Logo Header Antaranews Jogja

DKPP Bantul sebut kemarau panjang belum berdampak ke pertanian

Rabu, 30 September 2026 22:38 WIB
Image Print
Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo saat menghadiri acara penanaman sorgum di Dusun Mojolegi, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (2/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat memastikan musim kemarau panjang belum berdampak signifikan terhadap sektor pertanian.

Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo, di Bantul, Rabu, mengatakan meskipun informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Bantul sebagai wilayah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang di Indonesia yang mencapai hampir empat bulan, dampak terhadap sektor pertanian belum terlihat signifikan.

"Kalau dampak memang ada, tapi sampai sekarang itu belum ada laporan petani untuk kegagalan panen," katanya lagi.

DKPP Bantul juga telah melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada petani atau lahan pertanian yang mengalami gagal panen pada musim kemarau tahun ini.

"Kami juga muter-muter itu tidak ada kegagalan panen," ujarnya.

Menurut dia, para petani telah melakukan antisipasi sebelum musim kemarau panjang terjadi dengan memilih komoditas tanaman pangan tertentu yang dapat bertahan pada kondisi iklim dengan intensitas air yang minim.

"Karena kan kita sudah sosialisasi sejak bulan-bulan April, Mei, Juni bahwa akan terjadi kemarau panjang," katanya pula.

Ia menyebut tanaman palawija banyak dipilih petani di wilayah yang kesulitan air untuk mengantisipasi agar tetap produktif saat musim kemarau panjang melanda.

"Ada juga tanaman padi, dia mencari benih umur pendek, sehingga nanti seandainya terjadi kemarau panjang, dia sudah panen, gitu," ujarnya.

Berkaitan dengan kondisi pengairan, Joko menilai kondisinya relatif aman, terutama di beberapa daerah yang dialiri enam sungai besar di Bantul.

"Di Bantul ada enam sungai yang melintas, di antaranya Sungai Opak, Oyo, Progo, Winongo yang semua masih mengalir," katanya.

Selain itu, menurut dia, bantuan irigasi pompa juga telah didistribusikan di 21 titik dan mulai dijalankan untuk mengaliri lahan tanam.

"Jadi sudah mengalir. Insya Allah kita tidak ada kegagalan panen, makanya sampai sekarang petani juga belum ada laporan," ujarnya.

Ia menargetkan luas tanam padi pada tahun ini dapat meningkat, sehingga hasil panen juga turut meningkat.

"Tahun 2026 luas tanam mencapai 35 ribu hektare, harapannya bisa surplus 100 ribu ton beras," katanya pula.

Menurut Joko, luas tanam padi di Bantul pada 2025 mencapai sekitar 34.000 hektare, sedangkan target luas tanam padi pada tahun ini mencapai 35.000 hektare.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026