Logo Header Antaranews Jogja

Polres Bantul terjunkan 1.019 personel amankan Pilur Serentak 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 13:45 WIB
Image Print
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto (dua kiri) saat melakukan pengecekan kelengkapan personel dalam agenda Apel Pergeseran Pasukan dalam rangka Pilur Serentak 2026 di Halaman Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerjunkan sebanyak 1.019 personel untuk membantu mengamankan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 di Kabupaten Bantul yang akan dilaksanakan pada Minggu (4/10).

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto di Bantul, Sabtu, mengatakan kesiapan pengamanan telah dimulai melalui apel kesiapan pergeseran pasukan yang digelar di halaman Mapolres Bantul sekaligus persiapan penempatan personel untuk mendukung pengamanan di 15 kapanewon yang menyelenggarakan Pilur.

"Kehadiran anggota di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas rutin, melainkan sebagai bentuk representasi negara untuk menjamin seluruh tahapan pemilihan lurah berjalan aman, tertib, jujur, dan adil," katanya.

Menurut dia, Pilur 2026 ini memiliki dinamika sosial tersendiri karena kedekatan emosional antara kandidat dan konstituen dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan yang perlu dimitigasi.

"Mulai dari konflik antarpendukung, penyebaran hoaks, hingga praktik politik uang," ujarnya.

Polres Bantul berkomitmen melakukan pengamanan dan mengawal seluruh tahapan pemilihan, mulai dari proses pencalonan, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, penetapan calon lurah terpilih, hingga pelantikan.

"Saya minta para kapolsek mengoptimalkan personel bantuan dari polres sesuai dengan penempatan yang telah ditentukan," katanya.

Baca juga: Pemkab Sleman memantau pemilihan lurah PAW di lima kalurahan

Ia juga meminta setiap personel menjaga netralitas Polri dengan tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon lurah mana pun, baik melalui ucapan, tindakan, maupun aktivitas di media sosial.

"Bangun komunikasi yang baik antara personel Polri, panitia pemilihan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pihaknya telah memetakan potensi kerawanan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyesuaikan pola pengamanan yang akan dilakukan.

"Dari total 648 TPS, sebanyak 633 TPS masuk kategori kurang rawan, 14 TPS kategori rawan, dan satu TPS kategori sangat rawan," katanya.

Pembagian personel, lanjut dia, untuk TPS kategori kurang rawan melibatkan dua personel Polri untuk mengamankan tiga hingga lima TPS dengan dukungan empat sampai 10 anggota linmas.

Secara berurutan, perbandingan jumlah personel Polri, jumlah TPS, dan jumlah anggota linmas di setiap TPS untuk kategori rawan menggunakan pola 2:2:4.

"Sedangkan TPS sangat rawan menggunakan pola 2:1:2," ujarnya.

Berdasarkan data pelaksanaan Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Bantul Tahun 2026, terdapat 30 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon yang mencakup 648 TPS, dengan 87 calon lurah, termasuk 24 calon petahana atau incumbent.

Baca juga: Gunungkidul menggelar pemungutan suara pilur di 31 kalurahan besok

Baca juga: Sekda Bantul meminta ASN jaga netralitas menjelang pemilihan lurah



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026