KENDALA PETANI BAWANG MERAH
- 23 July 2018 20:58 WIB, 2018
Pasokan hortikultura melimpah picu deflasi DIY. Pedagang berada di lapak jualannya di Pasar Niten, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat deflasi sebesar 0,31 persen (month-to-month) pada Juli 2026 yang dipengaruhi melimpahnya pasokan komoditas hortikultura sehingga menekan harga di tingkat konsumen. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Pasokan hortikultura melimpah picu deflasi DIY. Pedagang menimbang tomat yang dibeli pelanggan di lapak sayuran Pasar Niten, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat deflasi sebesar 0,31 persen (month-to-month) pada Juli 2026 yang dipengaruhi melimpahnya pasokan komoditas hortikultura seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan tomat sehingga menekan harga di tingkat konsumen. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Pasokan hortikultura melimpah picu deflasi DIY. Pedagang membersihkan bawang di lapak jualannya di Pasar Niten, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat deflasi sebesar 0,31 persen (month-to-month) pada Juli 2026 yang dipengaruhi melimpahnya pasokan komoditas hortikultura seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan tomat sehingga menekan harga di tingkat konsumen. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Pasokan hortikultura melimpah picu deflasi DIY. Pedagang berada di lapak jualannya di Pasar Niten, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat deflasi sebesar 0,31 persen (month-to-month) pada Juli 2026 yang dipengaruhi melimpahnya pasokan komoditas hortikultura sehingga menekan harga di tingkat konsumen. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.