Kementan dorong transisi peternakan ayam bebas sangkar
- 18 September 2026 2:15 WIB
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) memberi makan ayam di tempat budi daya di Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Kelompok Wanita Tani Jaya Mandiri Abadi menerapkan sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar atau cage-free, yang menjadi salah satu pilihan dalam transisi dari kandang baterai yang didorong Kementerian Pertanian. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) membersihkan kandang ayam bebas sangkar di tempat budi daya di Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Kelompok Wanita Tani Jaya Mandiri Abadi menerapkan sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar atau cage-free, yang menjadi salah satu pilihan dalam transisi dari kandang baterai yang didorong Kementerian Pertanian. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) memberi makan ayam di tempat budi daya di Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Kelompok Wanita Tani Jaya Mandiri Abadi menerapkan sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar atau cage-free, yang menjadi salah satu pilihan dalam transisi dari kandang baterai yang didorong Kementerian Pertanian. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) mengecek ketersediaan air minum di tempat budi daya di Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Kelompok Wanita Tani Jaya Mandiri Abadi menerapkan sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar atau cage-free, yang menjadi salah satu pilihan dalam transisi dari kandang baterai yang didorong Kementerian Pertanian. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) menunjukkan telur dari ayam yang dipelihara dengan sistem bebas sangkar di tempat budi daya di Tridadi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Kelompok Wanita Tani Jaya Mandiri Abadi menerapkan sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar atau cage-free, yang menjadi salah satu pilihan dalam transisi dari kandang baterai yang didorong Kementerian Pertanian. ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana.