PKB NTT dukung Cak Imin kembali jadi ketua umum

id PKB

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Foto PKB Id)

Kupang (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTT memberikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk kembali menjadi ketua umum partai tersebut.

"PKB akan mengelar muktamar pada 20-22 Agustus mendatang di Bali, salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum DPP PKB. Dan NTT sudah sepakat mendukung Cak Imin kembali menjadi ketua umum," kata Ketua DPW PKB NTT Yucundianus Lepa kepada wartawan di Kupang, Senin.

Baca juga: Muhaimin ungkap pertimbangan pelaksanaan Muktamar PKB di Bali

Baca juga: Cak Imin minta izin Koster gelar muktamar di Bali


Hal ini disampaikannya berkaitan dengan dukungan suara dari PKB NTT untuk pemilihan Ketua Umum PKB dalam muktamar di Bali nanti.

Ia menegaskan, pihaknya sebelumnya sudah menggelar rapat bersama untuk menentukan dukungan untuk Ketua Umum PKB nanti.

Ia menambahkan hasil rapat dan dukungan kepada Cak Imin itu sudah disampaikan ke DPP pada awal Juli lalu.

"Jadi dari DPW dan 22 DPC di NTT sudah solid. Pernyataan tertulis sudah kami sampaikan ke DPP pada awal Juli lalu," kata dia.

Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa DPW PKB NTT mendukung penuh Cak Imin. Antara kain krena di tangan Cak Imin sendiri, suara dukungan masyarakat kepada partai itu terus meningkat setiap kali pemilu.

Baca juga: DPC se-Jateng dukung Cak Imin kembali pimpin PKB

Hal tersebut terbukti dari tiga kali pemilu, sejak tahun 2014 lalu, PKB mendulang banyak suara.

Tak hanya itu, alasan lain juga adalah di tangan Cak Imin jumlah kursi dan koalisi partai politik yang dibangun berhasil memenangi pemilu presiden.

"Kami melihat bahwa kemenangan pilpres itu mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Jokowi yang dipilih untuk dua periode. Dengan demikian, PKB mampu membangun sinergi dengan pemerintah," katanya.

Baca juga: Cak Imin diusulkan sebagai ketum dalam muktamar PKB

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar