Bappenas sebut belanja Kementan dan KKP mampu pacu pertumbuhan daerah

id bappenas,belanja kementerian,pertumbuhan daerah,kementerian pertanian,kementerian kelautan dan perikanan

Alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan Kementerian Pertanian untuk petani. (Dokumentasi Kementerian Pertanian)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Keuangan Negara dan Analisis Moneter Bappenas, Boediastoeti Ontowirjo menyatakan Bappenas telah melakukan riset terhadap efektivitas belanja kementerian dan lembaga pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dan hasilnya menyebutkan program Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memacu pertumbuhan daerah.

Peningkatan pada belanja barang di Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai memiliki elastisitas atau daya dongkrak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, ketimbang belanja modal.

"Belanja barang yang dilakukan Kementerian Pertanian merupakan contoh salah satu belanja barang produktif yang memacu pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi di daerah adalah belanja alat mesin pertanian dan input produksi," kata Boediastoeti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurutnya, setiap peningkatan 1 persen belanja alsintan, maka akan mendorong 0,33 persen peningkatan subsektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian di daerah.

"Saya kira, dalam perencanaan ke depan, belanja barang yang produktif dapat menjadi terobosan untuk diterapkan pada banyak kementerian lainnya," katanya.

Dengan demikian, belanja kementerian bisa menjadi lebih berkualitas. Riset ini menunjukkan bagaimana efektivitas belanja barang terhadap pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya lewat peningkatan alokasi anggaran pada 2016 hingga 2017, disebutkan belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi yaitu sebesar Rp39,1 triliun, kemudian belanja barang sebesar Rp31,8 triliun dan belanja pegawai Rp7,5 triliun.

Namun, komponen yang mendorong pertumbuhan ekonomi paling tinggi adalah belanja barang. Belanja barang mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 0,08 persen, sementara belanja modal hanya mendorong 0,03 persen dan belanja pegawai hanya 0,01 persen.

"Masalahnya, belum semua belanja barang dari pemerintah ini menjadi belanja barang yang produktif," lanjutnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro turut mengapresiasi upaya Kementan dalam memacu produksi nasional. Bahkan, kata dia, capaian itu mampu melampaui target-target yang telah ditetapkan.

"Karena itu, program yang ada harus didukung dan dibuat secara berkelanjutan. Saya melihat banyak sekali capaian pembangunan pertanian yang dilakukan Kementan selama empat setengah tahun terakhir," ujar Bambang.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan  bahwa tingkat kemiskinan pedesaan terus menurun menjadi 13,2 persen di 2018. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) naik menjadi 0,42 persen dan 5,45 persen pada 2018.

Baca juga: Menteri PPN sebut manfaat anggaran pendidikan belum maksimal

Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar