Kerugian akibat bencana selama Juli mencapai Rp1,94 miliar

id Bencana Kabupaten Sukabumi ,BPBD Kabupaten Sukabumi ,Kerugian Bencana ,Kabupaten Sukabumi

Bencana angin puting beliung yang memporak porandakan beberapa kampung di Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat sepanjang Juli 2019 kerugian materiil yang disebabkan bencana alam mencapai Rp1,94 miliar.

"Kerugian itu dihitung dari nilai kerusakan yang disebabkan bencana kebakaran, longsor, angin kencang, gempa bumi dan kekeringan," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa.

Sesuai data BPBD, pada Juli terjadi 28 kali bencana dengan rincian kebakaran 11 kali/kasus, angin kencang satu kasus, gempa bumi tiga kasus dan kekeringan 12 kasus. Untuk rumah yang rusak sebanyak 33 rusak berat, 13 rusak sedang dan 21 rusak ringan sementara 67 rumah terdampak.

Akibat bencana tersebut sebanyak delapan kepala keluarga atau 36 jiwa mengungsi. Menurut dia, bencana yang menjadi penyumbang terbesar kerugian adalah kebakaran, karena hampir seluruh kejadian harta benda milik korban mulai dari rumah, peralatan rumah tangga, barang elektronik dan lain-lain tidak berhasil terselamatkan.

Namun, tingginya angka kasus bencana yang terjadi di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Hanya saja korbannya harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggalnya atau tidak bisa dihuni lagi.

"Angka kejadian bencana setiap bulannya selalu berfluktuasi, apalagi pada Agustus ini terjadi bencana gempa bumi dengan kekuatan besar walaupun bukan berpusat di Sukabumi, tetapi menyebabkan ratusan rumah warga rusak ditambah belasan fasilitas umum serta sosial," tambahnya.

Daeng mengatakan meskipun bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, tetapi dampaknya bisa diminimalisasikan baik dari sisi kerugian materiil maupun nonmateriil. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas yang bisa berpotensi terjadinya bencana.

Khususnya saat ini musim kemarau yang hampir tiga bulan tidak turun hujan yang biasanya rawan terjadi bencana kebakaran, seperti selalu memeriksa kondisi aliran listrik, kompor dan lain sebagainya saat meninggalkan rumah.

Jika terjadi bencana, warga pun diimbau agar segera melapor ke petugas penanggulangan bencana terdekat baik yang berada di tingkat RT/RW, desa atau kelurahan maupun kecamatan agar bisa segera ditanggulangi. 

Baca juga: Beberapa kecamatan di Sukabumi mengalami kekeringan

Baca juga: Puluhan bencana melanda Sukabumi sepanjang April

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar