KLHK kantongi data cukong lahan Taman Nasional Tesso Nilo

id TNTN, konservasi, Siti Nurbaya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, di Pekanbaru, Riau, Senin (12/8/2019).. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama.

Pekanbaru (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku telah mengantongi data cukong atau pencaplok lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang menguasai lahan di kawasan konservasi itu hingga ribuan hektare.

"Kita juga sudah punya petanya. Siapa yang punya tiga hektare dan siapa yang punya 3.000 hektare," kata Menteri LHK Siti Nurbaya kepada wartawan di Pelalawan, Selasa.

Siti Nurbaya pada hari ini meninjau langsung kondisi Karhutla di Riau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Rombongan terbang menggunakan helikopter dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Kota Pekanbaru dan bergerak ke arah timur, termasuk Pelalawan serta mengitari TNTN yang hingga kini masih babak belur dihajar Karhutla.

Baca juga: Menteri LHK : Karhutla bergerak ke zona inti TNTN

Dia menjelaskan, kondisi TNTN saat ini sangat memprihatikan. Kebakaran tersebut bukan akibat ketidaksengajaan, sebab menurut dia ada kelompok tertentu yang telah membuat zonasi di areal konservasi itu.

Dia mengatakan, pemerintah bersama Polri akan mengendepankan tindakan penegakan hukum dalam mengatasi masalah di TNTN, termasuk di antaranya turut melibatkan Pemerintah Provinsi Riau serta kalangan aktivis lingkungan yang memahami benang kusut di TNTN.

"Memang aspek utama adalah penegakan hukum," ujarnya.

Baca juga: Kebakaran di TN Tesso Nilo Riau terjadi sporadis di area perluasan

Dia mengklaim mendapat dukungan penuh dari Kapolri untuk melakukan tindakan law enforcement di TNTN. "Kemarin sore pak Kapolri sudah mempertegas tentang langkah penegakan hukum. Konseptualisasi sudah ada. Kita selesaikan bersama aparat dan aktivis lapangan yang memahami wilayah itu," lanjut Siti Nurbaya.

TN Tesso Nilo adalah kawasan konservasi, yang salah satunya berfungsi sebagai habitat asli satwa endemik gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus).

Baca juga: Satgas tingkatkan patroli cegah titik api di Taman Nasional Tesso Nilo

Awalnya, luas TN Tesso Nilo adalah 38.576 hektare (ha) berdasarkan Surat Keputusan Menhut No.255/Menhut-II/2004. Kemudian kawasan konservasi itu diperluas menjadi 83.068 ha dengan memasukkan areal hutan produksi terbatas yang berada di sisinya, berdasarkan SK No.663/Menhut-II/2009.

Namun, kerusakan yang terjadi di kawasan itu akibat perambahan sudah sangat massif yang mengubah bentang alam hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.


Pewarta : Anggi Romadhoni
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar