Oppie Andaresta minta sosialisasi narkoba sasar mamak muda

id Oppie Andaresta, musisi, narkoba, BNN, Polri

Musisi peduli narkoba Oppie Andaresta menerima plakat sebagai narasumber dari Karo Humas Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Kemang, Jakarta Selatan (13/8/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Musisi Oppie Andaresta mengharapkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba perlu terus dilakukan dengan berbagai cara dan menyasar semua kalangan khususnya ibu muda seperti dirinya, oleh karena itu dia berharap Polri dan BNN melakukan sosialisasi menyeluruh.

"Dari BNN atau Polri ada banyak cara pendidikan informal buat anak-anak milenial tentang bahaya narkoba, yang lupa kepada mamak atau ibu-ibunya harusnya juga dikasih informasi juga," kata Oppie saat menjadi narasumber diskusi tentang Narkoba di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu.

Baca juga: Oppie Andaresta : Narkoba itu seperti teroris

Baca juga: Polri : generasi muda sasaran utama bandar narkoba

Oppie menyebutkan ada informasi yang luput tidak sampai ke masyarakat seperti aturan bahwa orang tau harus melaporkan apabila ada anaknya yang menjadi pengguna narkoba agar bisa disembuhkan melalui rehabilitasi.

Bahkan jika orang tua tidak melaporkan atau tidak merehabilitasi anaknya maka dapat diancam kurungan enam bulan.

Kurangnya kesadaran ini, lanjut Oppie, yang membuat lemahnya pengawasan orang tua. Sehingga banyak anak muda yang tau bahaya penyalahgunaan narkoba tapi tetap memakai barang terlarang tersebut.

"Generasi milenial pasti sudah tau, tapi kenapa masih coba-coba, yang kadang-kadang kita luput, orang tua juga berperan," kata pelantun Cuma Khayalan ini.

Wanita berdarah Minang ini mengatakan penindakan penyalahgunaan narkoba secara represif harus dilakukan dari hulu ke hilir. Apalagi narkoba menyasar kalangan muda.

Cara bandar narkoba menyasar kaum muda sebagai pasar utamanya dapat mengancam hilangnya satu generasi akibat kecanduan narkotika.

Baca juga: Cara ajak remaja bicara soal narkoba

"Mudah-mudahan generasi anak saya tidak 'lost generation' lagi, tapi sudah tercerahkan, dan aware (peduli) dengan bahaya narkoba," kata ibu dari Kai Matari Bejo Kaler ini.

Oppie mengatakan wisata pikiran sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang bekerja di bawah tekanan.

Pekerjaan yang memiliki tekanan tinggi membuat orang-orang mencari sensasi supaya pikirannya tidak tertekan. Kebanyakan pelariannya ke narkoba, padahal cara tersebut tidak sehat dan merusak kesehatan maupun masa depan.

"Profesi apapun yang punya tekanan tinggi pasti cari pelarian, seperti kejadian Andi Arief," katanya.

Baca juga: BNN observasi gejala putus obat Andi Arief

Oppie menyebutkan ada ungkapan yang mengatakan memakai narkoba harus hati-hati. Oleh karena itu memakai narkoba tidaknya menyehatkan dan tidak nyaman.

Di kalangan artis, produsen maupun promotor menolak artisnya menggunakan narkoba. Bahwa berkarya itu tidak perlu pakai narkoba.

"Saya ibu generasi milenial melihat narkoba sudah ketinggalan zaman. Justru sekarang hidup sehat, generasi milenial tau dan sadar ini zamannya hidup sehat," kata Oppie.

Baca juga: Artis Rio Reifan kembali terjerat narkoba

Baca juga: Polisi tangkap 10 orang dalam kasus narkoba artis
 

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar