AP II perkenalkan fitur baru aplikasi Indonesia Airports

id Angkasa Pura II,Indonesia Airports,fitur Indonesia Airports

Aplikasi Indonesia Airports milik PT Angkasa Pura II (Persero). ANTARA/Dokumentasi Angkasa Pura II

Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura II (Persero) memperkenalkan sejumlah fitur baru pada aplikasi Indonesia Airports.

Chief of Project Business Digital Airport Angkasa Pura II Yosrizal Syamsuri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan melalui aplikasi Indonesia Airports kini penumpang pesawat bisa mudah membeli tiket bus dan angkutan travel dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju 59 destinasi di Jabodetabek hingga Bandung.

Pembelian tiket bisa dilakukan melalui kanal My Transport di aplikasi Indonesia Airports, lalu pilih menu My Bus.

Di menu My Bus, pelancong dapat memilih origin keberangkatan (Terminal 1, 2 atau 3), lalu memilih destinasi, jumlah penumpang, dan metode pembayaran.

Adapun terdapat dua metode pembayaran yang bisa dipilih yakni dengan uang tunai atau LinkAja.

Yosrizal mengatakan pembelian tiket bus bisa dilakukan melalui aplikasi Indonesia Airports menyusul telah diimplementasikannya digitalisasi layanan bus di Soekarno-Hatta.

Dia menambahkan digitalisasi layanan bus membuat sistem penjualan tiket terintegrasi, sehingga memungkinkan tiket dibeli di vending machine di halte terminal dan lewat aplikasi Indonesia Airports.

"Fitur baru ini sangat mempermudah traveller karena di aplikasi Indonesia Airports mereka bisa langsung mengetahui destinasi apa saja yang dilayani dengan bus atau shuttle dari Soekarno-Hatta, lalu bisa langsung membeli tiket tanpa harus antre atau takut kehabisan kursi," ujar Jose Rizal.

Digitalisasi layanan bus di Soekarno-Hatta sendiri sudah dimulai sejak Januari 2019. Melalui digitalisasi itu, pembelian tiket bus dilakukan di vending machine dan kini lewat aplikasi Indonesia Airports.

Sementara itu, fitur baru lainnya di aplikasi Indonesia Airports yang tidak kalah menarik adalah layanan hiburan streaming TV dan video on demand gratis. Untuk mengakses layanan ini, pengguna bisa memilih kanal Airportainment kemudian ke menu OONA.

"Streaming live TV dan video on demand ini kami hadirkan mengikuti tren yang tengah berkembang serta sudah menjadi gaya hidup. Aplikasi Indonesia Airports memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para traveller sehingga pelayanan di bandara-bandara AP II terus meningkat dan terjaga," jelas Jose Rizal.

Adapun fitur baru lainnya di kanal Airportainment adalah menu games, di mana traveler dapat mengisi waktu luang menunggu keberangkatan pesawat dengan bermain gim yang ada di sana.

Aplikasi Indonesia Airports juga memiliki fitur layanan chat berbasis kecerdasan buatan yakni Travel Assistance System Angkasa Pura II atau dikenal dengan Tasya.

Fitur tersebut kini juga mendapat pembaharuan sehingga diharapkan dapat semakin membantu traveler terkait layanan di seluruh bandara Angkasa Pura II.

Seluruh fitur baru tersebut melengkapi fitur-fitur yang sudah ada sebelumnya yakni reservasi taksi, mobile check-in, boarding pass scanner, jadwal penerbangan, info tenant dan lain sebagainya.

Angkasa Pura II berkomitmen untuk selalu mengembangkan aplikasi Indonesia Airports hingga selalu memenuhi permintaan pengguna. Pengembangan aplikasi tersebut juga didukung salah satu anggota grup usaha Angkasa Pura II, yaitu PT Angkasa Pura Sarana (APS) Digital.

Vice President of APS Digital Rheza Rizqi Romadhon mengatakan pembaharuan dilakukan guna meningkatkan pengguna Indonesia Airports.

"Saat ini, pengunduh di iOS sebanyak lebih dari 20.000 dan Android mencapai di atas 200.000. Target kami, jumlah pengunduh bisa satu juta untuk kedua sistem operasi tersebut. Kami akan terus melakukan update sehingga konten dapat semakin menarik dan mendukung layanan di bandara-bandara Angkasa Pura II," jelas Rheza.

Baca juga: Terminal 3 Soekarno-Hatta kini punya "co-working space premium"
Baca juga: Tujuh rute baru dibuka di bandara Angkasa Pura II
Baca juga: Angkasa Pura revitalisasi Terminal 1C Bandara Soetta mulai 15 Agustus


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar