Penjualan KMT KRL tembus 500 persen

id KRL,KCI,Kartu Multi Trip,Commuter Line

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Wiwik Widayanti menjelaskan terkait operasional Kereta Rel Listrik kepada Youtuber Boy William serta membagikan Kartu Multi Trip (KMT) kepada sejumlah penumpang KRL dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat (15/8/2019). ANTARA/Juwita Trisna Rahayu.

Jakarta (ANTARA) - Penjualan Kartu Multi Trip (KMT) kereta rel listrik (KRL) tembus 500 persen setelah diwajibkan di lima stasiun per 1 Agustus lalu.

“Sangat signifikan, kenaikannya luar biasa di atas 500 persen karena sebelumnya masih ada dua jenis kartu yang dipakai, begitu dengan KMT langsung meningkat tajam,” kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti usai acara Ngopi Bareng Cinta KRL di Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat.

Wiwik mengatakan banyak keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan KMT, yakni tidak perlu mengantre setiap akan melakukan perjalanan dengan KRL.

“Tidak perlu orang mengantre setiap hari terutama untuk pejalan-pejalan yang memang sudah rutin pake KRL. Lima stasiun itu mayoritas menggunakan KMT, contohnya di Sudirman 90 persen ya sudah semua,” katanya.

Baca juga: KCI tambah hingga 119 KRL akhir 2019

PT KCI mulai mewajibkan pembayaran tarif dengan kartu multitrip (KMT) dan uang elektronik dari perbankan per 1 Agustus 2019 serta tidak lagi membolehkan menggunakan tiket harian berjaminan (THB) di lima stasiun KRL.

Lima stasiun tersebut merupakan stasiun dengan proporsi pengguna KMT maupun kartu uang elektronik bank tertinggi, di antaranya Stasiun Sudirman, Stasiun Palmerah, Stasiun Cikini, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Taman Kota.

Penggunaan KMT di Stasiun Sudirman misalnya telah mencapai 90 persen, di Stasiun UI, Palmerah, dan Cikini jumlahnya mendekati 80 persen dan di Stasiun Taman Kota mencapai hampir 60 persen.

Wiwik mengatakan pihaknya juga berencana menambah stasiun yang memberlakukan KMT, namun harus melalui tahap evaluasi di lima stasiun tersebut.

“Kami evaluasi lima stasiun, kalau lancar nanti kami akan cari lagi stasiun lagi mayoritas penggunanya KMT,” katanya.

Baca juga: Menhub sebut KRL akan sampai Karawang

Upaya lain yang dilakukan KCI untuk mendorong pelanggan menggunakan KMT adalah menyediakan 32.000 gelas kopi pada 15-16 Agustus 2019 di sejumlah stasiun yang dinilai belum banyak pengguna KMT.

Untuk mendapatkan segelas kopi, penumpang harus menunjukkan KMT di Stasiun Juanda, Stasiun Cakung, Stasiun Sudirman, Stasiun Palmerah, dan Stasiun Bogor.

Sejumlah pelanggan pun mulai mencari dan membeli KMT untuk beralih dari kartu THB.

Baca juga: Menhub dorong KAI-MRT tingkatkan dukungan pasokan listrik dari PLN
 


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar