Wamen ESDM: Pemerintah bergerak membangun industri mobil listrik

id Wamen ESDM,Pemerintah bergerak,Industri mobil listrik

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (ANTARA/Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar menegaskan pemerintah akan bergerak menuju upaya untuk membangun industri mobil listrik di Tanah Air.

"Iya jelas, kita akan melakukan ke arah sana (membangun industri mobil listrik)," ujar Arcandra Tahar kepada ANTARA usai menghadiri Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat.

Wamen ESDM itu juga menambahkan bahwa diri optimistis pemerintah dan bangsa Indonesia bisa membangun industri mobil listrik di dalam negeri.

Baca juga: Presiden ingin bangun industri mobil listrik

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya di Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, menginginkan agar Indonesia membangun industri mobil listrik sebagai lompatan kemajuan seiring dengan perkembangan bahan bakar nonfosil.

Pemerintah sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik, tapi pemerintah ingin lebih dari itu, pemerintah ingin membangun industri mobil listrik sendiri.

Jokowi mengatakan bahwa industri mobil listrik adalah salah satu bentuk dari lompatan kemajuan yang harus dilakukan dari sekarang.

Lompatan kemajuan itu, kata Presiden, dimulai dari Program B20 dan akan masuk ke B30 campuran solar dengan 30 persen biodiesel. Indonesia bisa lebih dari itu dengan bisa membuat biodiesel B100.

Dengan demikian, Presiden Republik indonesia tersebut berharap negeri ini tidak lagi banyak mengimpor bahan bakar, terutama avtur.

Presiden menegaskan Indonesia sudah memproduksi sendiri avtur, dengan demikian tidak perlu lagi mengimpor avtur lagi.

Seiring dengan itu, Ia juga ingin membangun pengolahan bauksit, sehingga impor alumina tidak perlu dilakukan.

Baca juga: BPPT tingkatkan TKDN SPLU untuk dukung program kendaraan listrik
Baca juga: Kendaraan listrik akan dibebaskan dari pajak kendaraan bermotor


Pewarta : Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar