Korea Selatan bakal investasi sawit Rp200 miliar di Pekanbaru

id Investasi sawit pekanbaru,SKC Bioner Technology

Tandan kelapa sawit. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Kota Pekanbaru (ANTARA) - PT SKC Bioner Technology, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), bakal menginvestasikan dana senilai Rp200 miliar untuk pengelolaan sawit di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Besaran investasi Rp200 miliar itu akan difokuskan pada industri pengelolaan sawit atau crude palm oil karena Riau memiliki sentra perkebunan sawit terluas di Indonesia," kata Plh Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru F Rudi Misdian dalam keterangannya pers di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, pengelolaan CPO nanti akan dipusatkan oleh PT SKC Bioner Technology di Kawasan Industri Tenayan (KIT) Kecamatan Tenayan Raya pada lahan seluas 6-10 hektare.

Perusahaan besar asal Korsel itu, katanya, memilih Tenayan Raya sebagai kawasan sentra pengembangan usaha pengelolaan sawit, karena selain dekat dengan pusat pemerintah Kota Pekanbaru, daerah ini juga potensial berkembang dengan baik.

Kawasan Tenaya Raya, katanya lagi, juga sudah diplot jauh hari menjadi kawasan industri yang menerima investasi dari lokal, nasional, dan mancanegara.

"Tentu saja pemerintah kota, mendukung kebijakan investasi tersebut, dengan demikian pembangunan ekonomi akan berkembang dengan pesat, di samping akan banyak memberikan efek ganda bagi pembangunan daerah," katanya.

Untuk kepastian pengembangan kerja sama investasi tersebut, lanjutnya, tentu akan ditindak lanjuti dengan pertemuan untuk membahas kerja sama secara teknis.

"Pemkot Pekanbaru perlu lebih serius menanggapi investasi tersebut dan tentunya Pemkot Pekanbaru akan melakukan berbagai persiapan guna mendukung kerja sama terkait agar bisa direalisasikan segera," katanya.

Baca juga: China tertarik danai program peremajaan sawit Indonesia
Baca juga: Industri biodiesel bersiap tambah investasi
Baca juga: Harga sawit di Riau jatuh

Pewarta : Frislidia
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar