Peserta lomba lupa padamkan kompor, empat bangunan terbakar

id Jakarta, kebakaran Jatinegara, Bidara Cina, jaktim

Petugas pemadam kebakaran Sub Jakarta Timur, berupaya memadamkan api di permukiman padat penduduk Bidara Cina, Jatinegara, Sabtu (17/8/2019). Saksi menyebut kebakaran dipicu ledakan kompor. (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Sejumlah saksi mata menyebutkan peristiwa kebakaran yang menghanguskan empat bangunan di RT10 RW10 Jalan Mulia, Bidara Cina, Jatinegara, Sabtu sore, dipicu api kompor yang lupa dipadamkan peserta lomba HUT ke-74 RI.
 
"Rumah yang kebakaran itu milik pedagang pecel lele. Dia kelupaan matikan kompor pas ikutan lomba," kata salah satu warga setempat, Rusli Siregar (43) di Jakarta.
 
Berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian terdapat kerumunan warga yang tengah menggelar lomba HUT Kemerdekaan RI.

Baca juga: Damkar Jaktim terobos rumah permukiman padat untuk padamkan api
 
Akibat kejadian itu, sebanyak tiga unit rumah dan satu bangunan masjid hangus terbakar pada pukul 15.01 WIB.
 
Saksi lainnya di TKP mengaku sempat mendengar suara ledakan kompor beberapa saat menjelang kebakaran.
 
"Ada suara kompor meleduk (meledak). Waktu itu saya nggak tahu kalau akhirnya begini (kebakaran)," ujar salah satu warga di TKP.
 
Perwira Piket Sub Damkar Jakarta Timur, Mardianto, mengatakan, hasil investigasi sementara diketahui lokasi kejadian adalah dapur tempat memasak.

Baca juga: Korban kebakaran Manggarai rayakan kemerdekaan dengan sederhana
 
"Api menjalar dari dalam dapur rumah warga," katanya.
 
Sejak laporan diterima, kata dia, sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran diluncurkan ke TKP yang padat penduduk itu. Hanya dalam waktu 15 menit api berhasil dikuasai.

Baca juga: Kompetisi futsal urung digelar korban kebakaran Manggarai
 
"Untung ada warga yang mengizinkan kami masuk ke dalam ruangan tamu menuju TKP. Sebab tidak ada jalan yang bisa diakses mobil pemadam. Akhirnya selang kita tarik dari dalam rumah penduduk," katanya.
 
Pihaknya mencatat tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar