20 mahasiswa Bahasa Indonesia di China raih beasiswa Dharmasiswa

id Dharmasiswa,mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di China

Para mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di China menerima arahan sebelum mengikuti tes seleksi penerimaan program Dharmasiswa di KBRI Beijing. ANTARA/M. Irfan Ilmie.

Guangzhou (ANTARA) - Sebanyak 20 mahasiswa dan mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di China berhasil meraih Dharmasiswa.

"Jumlahnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dua puluh orang," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing Yaya Sutarya kepada ANTARA di Guangzhou, Selasa.

Dharmasiswa merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bagi warga negara asing untuk mendalami pelajaran Bahasa Indonesia selama 10 hingga 12 bulan di Indonesia.

Di China, jumlah pelamar Dharmasiswa tercatat sekitar 200 orang, termasuk di antaranya ada warga negara China yang studi di beberapa negara dan menjalani tes jarak jauh melalui fasilitas panggilan video.

Keseluruhan 20 mahasiswa yang tersaring itu saat ini sedang menempuh pendidikan jurusan Bahasa Indonesia di berbagai perguruan tinggi di bawah wilayah kerja KBRI Beijing, KJRI Shanghai, dan KJRI Guangzhou.

Baca juga: Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia di China terbentuk

Mereka nantinya akan mendalami Bahasa Indonesia di Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Telkom, Universitas Udayana Denpasar, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Padjadjaran Bandung, dan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Perguruan-perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi tujuan belajar Bahasa Indonesia tersebut ditentukan berdasarkan pilihan pelamar saat mendaftar ke KBRI Beijing.

Selain biaya kuliah gratis, peraih Dharmasiswa dari berbagai negara itu juga mendapatkan bantuan biaya hidup dari Kemendikbud RI.

"Jumlah peraih Dharmasiswa memang tidak banyak. Ini untuk menstimulasi mahasiswa Bahasa Indonesia agar mereka lebih giat lagi belajar Bahasa Indonesia," kata Yaya.

Di luar Dharmasiswa, mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di China banyak yang melanjutkan pendidikan ke Indonesia, bahkan hingga strata 3 atas biaya sendiri atau beasiswa dari pemerintah China.

Di China terdapat sekitar 15 perguruan tinggi yang telah membuka jurusan Bahasa Indonesia dengan tenaga pengajar lokal dan dari Indonesia. 

Baca juga: 374 guru Indonesia ikuti pelatihan di China

Baca juga: KBRI beri kuota Dharmasiswa kepada pelajar Mongolia

 

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar