Menristekdikti resmikan Pusat Pengelolaan Air Siap Minum di Undiksha

id undiksha,menristekdikti

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mencoba minum air saat meresmikan Pusat Pengelolaan Air Siap Minum di kampus Undiksha, Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa (20/8). (Foto Antaranews Bali/Made Adnyana/2019)

Singaraja (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Pusat Pengelolaan Air Siap Minum di kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa.

"Pusat Pengelolaan Air Siap Minum adalah hasil inovasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang diserahkan kepada Undiksha," kata Nasir.

Menurutnya, Pusat Pengelolaan Air Siap Minum merupakan produk inovasi berupa sistem filtrasi multifungsi, sebuah terobosan baru yang digunakan pembuatan air siap minum.

"Sistem ini merupakan sistem filtrasi bertingkat yang dilengkapi catridge dan ultra filtrasi diberi nama technofiltrasi," sebutnya.

Baca juga: WR II Undiksha : Lompatan anggaran mesti diimbangi kinerja pendidikan

Ia mengemukakan mesin filterisasi air minum merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam pengurangan penggunaan sampah plastik. Jika sudah beroperasional, seluruh warga kampus bisa mengonsumsi air tersebut.

"Warga kampus tinggal membawa tumbler saja dan tidak lagi menggunakan botol plastik sekali pakai," ujarnya.

Menurut Nasir, air yang dihasilkan dari Pusat Pengelolaan Air Siap Minum ini sangat bagus untuk fungsi ginjal. "Saya berharap air ini dikonsumsi seluruh mahasiswa dan dosen agar masa depan mereka jadi lebih baik, karena ginjalnya baik,” katanya.

Di kampus Undiksha, teknologi ini baru dikembangkan di Fakultas Teknik. Untuk itu, Menristekdikti berharap semua fakultas di Undiksha harus mengembangkan tekhnologi itu. "Nanti dibangun satu sumur sendiri sebagai air baku agar semua bisa menikmatinya," lanjutnya.

Untuk itu, Menristek berharap pendampingan akan dilakukan UPN Surabaya dan terus dilakukan kolaborasi, sehingga teknologi ini bisa dikembangkan di seluruh tempat.

"Tempat lain sudah mulai melakukan hal yang sama. Semua dikembangkan agar kedepan menjadi makin baik, yang penting kualitas airnya baik," katanya.

Baca juga: Rektor Undiksha: mahasiswa harus siap hadapi revolusi industri 4.0

Kunjungan Menristekdikti Mohamad Nasir ke Undiksha dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24.

Sebelum meresmikan Pusat Pengelolaan Air Siap Minum, Menristekdikti memberikan kuliah umum pada Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) bagi mahasiswa baru.

Selain meresmikan mesin filterisasi air minum, Menteri juga meresmikan inkubator bisnis di kampus Undiksha dan meresmikan kebun tanaman buah tropis di Kampus Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Terkait inkubator bisnis, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., menyampaikan Undiksha selama ini komitmen mengikuti kebijakan dari Kemenristekdikti, termasuk dalam pembuatan inkubator bisnis.

Menurutnya, inkubator sebagai salah satu strategi untuk memaksimalkan hilirisasi hasil penelitian para akademisi Undiksha, seperti halnya pengembangan anggur laut, wine olahan anggur, kerajinan berbahan limbah bambu, maupun sejumlah produk yang digagas melalui pengabdian masyarakat.

Produk-produk tersebut diharapkan bisa masuk ke sektor industri. "Sebelum masuk ke industri, produk-produk penelitian ini ditangani dulu di inkubator. Dengan ini, animo para peneliti untuk menghasilkan produk bisa semakin meningkat," jelasnya.

Baca juga: Undiksha teliti anggur lokal jadi "wine" nol persen alkohol

Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/Made Adnyana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar