Menpan serukan pembangunan SDM berkualitas melalui Anugerah ASN 2019

id Menpan syafruddin

Menteri PANRB Syafruddin di Jakarta, Rabu (14/8/2019). (Humas PANRB)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan menyelenggarakan Anugerah Aparatur Sipil Negara Tahun 2019 dengan tema Talent Management Strategies for Retaining High Potential ASN.

 

Menteri PANRB Syafruddin dalam siaran pers di Jakarta, Selasa mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring sosok aparatur negara yang layak menjadi panutan karena karya, kinerja, dedikasi dan pengabdian yang luar biasa bagi masyarakat.

 

"Kita akan lakukan evaluasi kinerja seluruh ASN, dan pada November akan kita berikan penghargaan untuk tiga level yaitu pejabat high level atau pratama, ASN inspiratif dan ASN milenial," kata Menteri Syafruddin.

 

Dia menjelaskan pembangunan sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam mendukung perkembangan kemajuan bangsa, sehingga saat ini banyak negara di dunia yang tidak lagi mengandalkan sumber daya alam tetapi fokus pada pembangunan sumber daya manusia.

 

Terkait hal tersebut pemerintah melalui Kementerian PANRB melakukan perekrutan ASN untuk menjaring talenta-talenta terbaik bangsa agar dapat membawa perubahan.

 

"Kemarin kami telah melakukan perekrutan 182.000 ASN terbaik dari 6 juta pendaftar yang ada. Mereka yang lulus merupakan ASN yang terbaik. Tahun ini kami kembali akan melakukan perekrutan seratus ribu ASN," ujar Menteri Syafruddin.

 

Dia menekankan dalam lima tahun mendatang pemerintah akan kembali melakukan perekrutan talenta-talenta terbaik bangsa untuk menjadi ASN.

 

Harapannya ASN yang merupakan talenta terbaik bangsa dapat memberikan perubahan baik terhadap kinerja pemerintahan maupun masyarakat dan swasta. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintahan mendatang yaitu pada pembangunan sumber daya manusia.

 

"Tentu saja jika ingin Indonesia menjadi negara maju maka pembangunan sumber daya manusia harus dilaksanakan tidak hanya pada ASN saja. Tetapi juga harus menyentuh seluruh elemen bangsa secara bersama dan berkesinambungan," jelasnya.

 

Oleh karena itu, mantan Wakapolri itu juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia berkualitas bagi aparatur negara lainnya seperti TNI/Polri dan juga sektor privat atau swasta. Sebab, kata dia, sebanyak 82 persen sumber daya manusia berada pada sektor swasta.

 

Dia mengatakan untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan mendorong pendidikan vokasi di berbagai sektor.

 

"Pada Polri dan TNI akan kita dorong pendidikan vokasi, pendidikan kejuruan. Saat saya Kalemdiklat Polri saya memperbanyak short course. Saat itu saya sudah memiliki feeling suatu saat Indonesia tidak akan lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam tetapi juga pada sumber daya manusia," ujarnya.

 

Ia mengatakan berbagai strategi tersebut dilakukan pemerintah dalam upaya memperkuat reformasi birokrasi di Indonesia.

 

Menurutnya, perjalanan reformasi birokrasi yang sudah berjalan selama 11 tahun di Indonesia telah memberikan dampak kemajuan yang sangat luar biasa khususnya dalam bidang pelayanan publik.

 

"Kita dua tahun berturut-turut menerima penghargaan terbaik inovasi pelayanan publik dari PBB," ungkapnya.

 

Tahun ini Kementerian PANRB telah menerima 3.156 inovasi pelayanan publik yang akan diseleksi hingga menjadi Top 45. Diperlukan sumber daya manusia berkualitas unggul agar dapat menyamai kemajuan negara-negara lain di dunia.


Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar