Mayat bayi ditemukan mengapung di Sungai Babura Medan

id Sungai Babura Medan,Bayi,Bayi dibuang,Penemuan bayi,Penemuan bayi di Medan,Bayi di sungai babura medan

Mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di Sungai Babura, tepatnya di Jalan Dr Cipto Gang Sudi Aman, Lingkungan I Kelurahan Anggrung,Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan Sumatera Utara, Rabu. (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan mengapung di Sungai Babura, tepatnya di Jalan Dr Cipto Gang Sudi Aman, Lingkungan I Kelurahan Anggrung,Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan Sumatera Utara, Rabu.

Penemuan sesosok bayi tersebut pertama kali diketahui oleh warga bernama Eli (60) yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Babura.

"Awalnya saya ke belakang (bantaran sungai) mau lihat situasi air sungai apakah banjir atau enggak. Nah pas lagi liat-liat air itu, saya nengok kok ada kayak boneka gitu, karena penasaran saya panggil tukang cuci saya untuk memastikan. Ternyata itu bayi," ungkap Eli, Rabu.

Mengetahui ada sesosok bayi mengambang di Sungai, Eli langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian.

Tidak lama kemudian, petugas dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Medan Baru datang ke lokasi untuk mengevakuasi bayi tersebut.

Baca juga: Warga mengeluhkan petugas lambat evakuasi mayat bayi di Pejaten Timur
Baca juga: Polisi selidiki penemuan mayat bayi di toilet pusat perbelanjaan
Baca juga: Polisi tangkap pelaku pembuang mayat bayi di atap rumah di Koja


Panit Sabhara Polsek Medan Baru, Ipda Charles yang datang ke lokasi menuturkan bahwa bayi yang berjenis perempuan tersebut diperkirakan berumur dua hari. Di bayi tersebut masih ada tali pusarnya.

"Posisi mayat bayi itu tersangkut di ranting dan tumpukan kayu pinggir sungai," imbuhnya.

Tim INAFIS dari Polrestabes Medan yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi terhadap sosok bayi yang diduga sengaja dihanyutkan itu.

"Selanjutnya kita akan bawa mayat bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

 

Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar