Rini percepat kemandirian produksi mesin oleh BUMN tahun 2024

id Menteri BUMN Rini Soemarno,PT BBI,PT Bosma Bisma Indra, BUMN Mesin Diesel

Menteri BUMN Rini M Soemarno (dua kiri) didampingi Dirut Boma Bisma Indra (BBI) Yoyok Hadi Satriyono dan Direktur Operasional dan Pemasaran BBI M. Agus Budiyanto serta Executive Vice President Doosan lntracore Joon Ho Yoo (kiri) mengamati mesin diesel yang dipamerkan di Workshop BBI, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/8/2019). ANTARA/Zabur Karuru/nz

Surabaya (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno mendorong percepatan kemandirian produksi mesin dalam negeri oleh perusahaan BUMN PT Boma Bisma Indra (BBI) tahun 2024, dari target awal tahun 2025 melalui sinergitas antarBUMN.

"Sinergi BUMN terus saya dorong untuk percepatan tersebut, dengan bersinergi dan berkomitmen dapat untuk mengembangkan mesin dengan teknologi terbaru yang tentunya memenuhi semua persyaratan dan sertifikasi yang dibutuhkan, sehingga produk kita dapat menjadi pemain besar," kata Rini di Surabaya, Rabu.

Rini saat menghadiri peluncuran perdana mesin diesel hasil kerja sama PT BBI dengan Doosan Infracor di Workshop PT BBI Jalan KH Mas Mansyur Surabaya mengatakan percepatan perlu dilakukan karena potensi Indonesia sebagai negara kepulauan cukup tinggi terhadap mesin.

Saat ini, PT BBI dengan Doosan Infracor (Korea) sepakat mengembangkan bisnis mesin mulai dari langkah awal hingga finalisasi 100 persen mesin diesel dengan cara transfer for technology (TFT), dan produk mesin dieselditargetkan dapat memenuhi pasar Indonesia untuk mesin kelautan, alat berat dan pertanian, genset.

Hasil produk BBI-Doosan diharapkan dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh BUMN dan perusahaan nasional lainnya dalam rangka substitusi impor yg sekaligus memperkuat pohon industri di bidang industri permesinan.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama sembilan BUMN pengguna mesin diesel BBI-Doosan yang berlangsung di Kantor BBI Surabaya.

Sembilan BUMN itu masing-masing PT Industri Kapal Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahar, PT Dok & Perkapalan Surabaya, PT PAL, PT Kereta Api Indonesia, PT PINDAD, PT Barata Indonesia, PT Industri Kereta Api dan PT Pelayaran Nasional Indonesia.

"Saya menyambut baik kerja sama ini. Terima kasih juga kepada Doosan Infracore yang telah berkenan untuk bekerja sama dengan BBI dalam meningkatkan kapasitas produksi mesin diesel dan gas nasional dengan kapasitas 4.000 unit per tahun," katanya.

Rini mengatakan sepakat untuk mengembangkan bisnis mesin mulai dari langkah awal hingga finalisasi 100 persen mesin diesel desain sendiri dengan cara transfer for technology (TFT). Ini terus didukung.

Sementara itu, Direktur Utama BBI Yoyok Hadi Satriyono menyampaikan, momen ini akan menjadi milestone bagi BBI dalam pembangunan Manufaktur Engine Nasional, dan pihaknya akan mengoptimalkan seluruh kompetensi untuk menguatkan posisis perusahaan dalam bisnis mesin nasional khususnya mesin diesel serta mesin gas.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan visi BBI untuk mendukung program lokal konten dan meningkatkan peran strategis serta perluasan pasar melalui rantai pasok global Doosan.

Yoyok juga menambahkan, saat ini aplikasi produk menggunakan Biodiesel B30. Ke depan, akan dilakukan pengembangan roduk B60 di tahun depan dan produk B100 pada 2021.

Executive Vice President Doosan Infracore Joon Ho Yoo mengatakan, Doosan telah menemukan mitra strategis yang mendukung fokus Doosan dalam manufaktur mesin di Indonesia"

"Kami harapkan kerja sama ini merupakan upaya perusahaan dalam perluasan bisnis mesin di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar