Kemensetneg pamerkan arsip kepresidenan 22-25 Agustus di GBK

id Kemensetneg festival indonesia,festival indonesia

Sekretaris Mensesneg Setya Utama (tengah), Kepala Biro Tata Usaha Sekretariat Negara Sari Harjanti (paling kiri), Dirut PPK GBK Winarto (kedua dari kiri), Dirut PPK Kemayoran Medi Kristianto (kedua dari kanan) dan Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Setpres RI Rika Kiswardani (paling kanan) memberikan penjelasan mengenai Festival Indonesia Maju di Gedung Kemensetneg Jakarta, Rabu (21/8/2019). (Agus Salim)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) akan memamerkan arsip kepresidenan dari masa ke masa pada 22-25 Agustus 2019 di Plaza Sudirman Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Setya Utama di Jakarta, Rabu, menyebutkan pameran arsip kepresidenan itu bertajuk Pameran Aksara Lintas Masa Istana.

Pameran tersebut merupakan satu dari tiga acara Festival Indonesia Maju yang digelar Kemsetneg dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI.

Baca juga: Relief Indonesia Festival 2019 resmi digelar

Baca juga: Pameran lukisan hingga batik di Indonesia Food & Art Festival 2019
 

Dua acara lainnya adalah Pesta Rakyat dan Panggung Rakyat. "Ketiga rangkaian kegiatan ini merupakan integrasi 3 aspek kehidupan masyarakat yakni pendidikan, ekonomi, dan hiburan," kata Setya Utama.

Ia menjelaskan Festival Indonesia Maju digelar Kemensetneg bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Kompleks GBK, Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran dan Koperasi Kemensetneg.

Festival itu merupakan bentuk penghormatan kepada karya karya besar Presiden RI mulai dari Soekarno hingga Jokowi yang telah mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk membangun Indonesia.

Kemensetneg berupaya melestarikan dan mempublikasikan pemikiran, pencapaian, warisan dan sisi humanis para presiden sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan.

Baca juga: Ratusan arsip Sukarno dipamerkan di Kemensetneg

Sementara itu Ketua Panitia Festival Indonesia Maju Sari Harjanti menjelaskan Pameran Aksara Lintas Masa Istana merupakan panorama vermilion sejarah, kebangsaan dan informasi.

Pameran akan dibagi menjadi tujuh tema yaitu foto istana kepresidenan sejak masa kolonial Belanda hingga kini, kegiatan Presiden di dalam istana, bakti untuk negeri, rajutan sejarah GBK dari pembangunan hingga kini, Bandara Kemayoran, jamuan untuk tamu negara, dan kegiatan humanis presiden.

"Pameran ini menampilkan berbagai jenis arsip yang terdiri dari sekitar 400 foto, 134 kertas dan 10 film," kata Sari yang juga Kepala Biro Tata Usaha Kemensetneg.

Parade karya itu disuguhkan dalam bentuk instalasi seni yang menarik dan atraktif.

Selain itu, pameran juga akan menampilkan beberapa quote, surat, dan kartu ucapan presiden yang merupakan bukti nyata kinerja para presiden.

Pengunjung juga dapat menikmati beberapa spot instragramable seperti duduk di kursi makan kenegaraan seolah olah sebagai tamu dalam jamuan kenegaraan.

"Pengunjung juga dapat melihat lukisan perkawinan adat Rusia yang merupakan lukisan bersejarah hadiah dari masyarakat Rusia kepada Presiden Soekarno," kata Sari.

Pengunjung juga menikmati suasana Stadion Utama GBK dengan lintasan larinya serta berpose bersama tokoh Tin Tin dengan Menara ATC Bandara Kemayoran.

"Koleksi arsip kepresidenan baru pertama kalo dipamerkan di luar lingkungan Kemensetneg pada pameran ini, sebelumnya sudah tiga kali dipamerkan yaitu 2016, 2017, 2018 di Aula Serba Guba Gedung 3 lantai 1 Kemensetneg, " katanya.

Sementara itu Pesta Rakyat akan diikuti 20 pedagang yang menyajikan menu makanan nusantara, tradisional dan masa kini.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati hiburan dapat menengok Panggung Rakyat yang menampilkan kesenian rakyat dan hiburan musik.

Festival Indonesia Maju akan dibuka Mensesneg Pratikno pada 22 Agustus 2019 di Plaza Sudirman pukul 09.00 WIB.

Selain Setya Utama dan Sari Harjanti, hadir pula dalam jumpa pers itu Dirut PPK GBK Winarto, Dirut PPK Kemayoran Medi Kristianto dan Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Sekretariat Presiden Rika Kiswardani.

Baca juga: Jelang HUT RI, ada "Festival of Light" di Monas
 

Pewarta : Agus Salim
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar