Kapolres Nabire: tokoh agama berperan penting redam suasana

id kapolres,nabire,papua

Warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Nabire, Papua, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. ANTARA FOTO/Arys/wpa/hp

Jayapura (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire, Papua, AKBP Sonny M Nugroho mengatakan tokoh agama berperan penting dalam meredam suasana di wilayahnya, khususnya ketika akan terjadi unjuk rasa terkait isu rasis.

Kapolres Nabire AKBP Sonny kepada Antara di Jayapura, Kamis, mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan partisipasi para tokoh agama di wilayahnya yang juga dibantu oleh TNI dan Brimob.

Baca juga: Kapolres Nabire: Kondisi kamtibmas kondusif usai unjuk rasa

"Kami sempat meminta bantuan tokoh agama untuk menenangkan suasana dan ini berhasil," kata Kapolres.

Menurut Kapolres AKBP Sonny, selain tokoh agama, TNI dan Brimob, jajaran Forkompimda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire juga berperan penting.

Baca juga: Demo damai berlangsung di Nabire dan Dekai Papua

"Jadi kami hanya bersifat mengamankan jalannya penyampaian aspirasi oleh warga ini, namun secara keseluruhan tokoh agama dan Forkompimda sangat memiliki peran yang penting," ujarnya.

Sebelumnya, terjadi unjuk rasa oleh warga yang dilaksanakan di depan Kantor DPRD Kabupaten Nabire pada Kamis sekitar pukul 06.30 WIT hingga 13.30 WIT.

Dalam unjuk rasa tersebut, sempat terjadi insiden kecil sehingga menyebabkan kaca bangunan Kantor DPRD Kabupaten Nabire pecah.

Bahkan petugas keamanan juga sempat dilempari massa, sehingga polisi harus melemparkan gas air mata.

"Namun, situasi kembali kondusif usai pelaksanaan unjuk rasa tersebut, dan tidak ada korban jiwa," kata Kapolres.

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar