JK tinjau proses pembangunan UIII, Kantor DMI dan Masjid Istiqlal

id Wapres Jusuf Kalla,DMI,Masjid Istiqlal,Kampus UIII,Kantor DMI

Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) memberi arahan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin (tengah) di sela-sela tinjauan pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kantor DMI dan renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Biro Pers Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau proses pembangunan sejumlah fasilitas di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kantor Dewan Masjid Indonesia dan Masjid Istiqlal di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan keterangan dari Biro Pers Setwapres, kunjungan pertama Wapres dilakukan ke kampus UIII di Depok, Jawa Barat, yang masih terkendala proses pembebasan sebagian lahan.

Setelah itu, Wapres melanjutkan kunjungan ke Kantor DMI yang berada di Jalan Matraman Raya No.43 Jakarta Pusat dan terakhir meninjau renovasi Masjid Istiqlal Jakarta.

"Pengerjaan UIII cukup maju terkecuali kendala lahan yang harus diselesaikan karena tahun depan harus sudah mulai operasional. Soal lahan itu hubungannya dengan Wali Kota (Depok), segera terbitkan SK tentang penertibannya," kata Wapres JK di Masjid Istiqlal Jakarta.

Kendala pembebasan lahan tersebut tidak akan menghambat proses akademik perkuliahan yang akan dimulai 2020, mengingat penerimaan mahasiswa baru akan segera dibuka secara bertahap.

"Penerimaan pertama mungkin hanya 500 mahasiswa, bertahap, jadi tidak sekaligus selama ruang kuliah, asrama, ruang dosen sudah ada," tambahnya.

Terkait pembangunan Kantor DMI, JK selaku Ketua Umum mengatakan upacara penyelesaian konstruksi bangunan atau topping off dijadwalkan pada Oktober; sehingga kegiatan operasional DMI di kantor baru tersebut bisa dilakukan pada 2020.

Sementara itu tentang renovasi Masjid Istiqlal, Wapres mengatakan proses perbaikan dilakukan dengan tidak mengubah bentuk dan struktur bangunan Masjid karena Istiqlal merupakan cagar budaya.

"Ini hanya memodernkan, tidak membangun karena tidak boleh mengubah bangunannya karena ini cagar budaya. Kita tidak bermaksud mengubah warisan dari Bung Karno, jadi hanya mempercantik, memperindah," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres JK turut didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin, dan Ketua DMI Rudiantara.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar