BUMN Hadir Untuk Negeri bantu taman baca Tanah Ombak

id BUMN Hadir Untuk Negeri ,Tanah Ombak,taman baca

Pihak Assistant Manager Environmental Development PT KAI, Yunanto (kanan) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pengelola Tanah Ombak, Syuhendri disaksikan peserta Siswa Mengenal Nusantara asal Kalimantan Selatan. (antara sumbar/ Agung Pambudi)

Padang (ANTARA) - Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) 2019 memberikan bantuan untuk komunitas taman baca Tanah Ombak di Padang, Sumatera Barat, sebesar Rp35 juta.

"Bantuan yang disalurkan tersebut merupakan program BHUN 2019 sinergi tiga BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan PT Semen Padang dan kami memutuskan program bantuan tersebut tahun ini untuk komunitas taman baca Tanah Ombak," kata Assistant Manager Environmental Development PT KAI, Yunanto di Padang, Jumat.

Ia mengungkapkan, pemberian bantuan tersebut murni inisiasi dari pihaknya, juga sesuai dengan konsep kebutuhan dan dasar bantuan yang akan diberikan.

Yunanto menjelaskan, bantuan sebesar Rp35 juta tersebut nanti berbentuk fasilitas taman dan balai pustaka sebesar Rp20 juta dan Rp15 juta untuk membeli mesin cutting sablon kaos.

Baca juga: BUMN Hadir Untuk Negeri bantu perpustakaan SMAN 1 Padang

"Jadi di Tanah Ombak ini setelah kami survei, komunitas ini juga ada pemberdayaan masyarakat yakni usaha sablon kaos yang nanti bisa menjadi suvenir bagi pengunjung yang datang ke sini," katanya.

Ia menambahkan, konsep tanah ombak yang menyediakan ruang baca bagi anak-anak dan masyarakat serta membangun budaya literasi dan menularkan nilai-nilai positif di sekitar permukiman tersebut.

"Ruang baca dan pemberdayaan masyarakat di Tanah Ombak ini konsepnya sangat bagus, kami berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat menunjang tempat ini untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan agar bisa lebih baik lagi," katanya.

Pengelola Tanah Ombak, Syuhendri memberikan apresiasi dan bersyukur atas bantuan tersebut. Saat ini pihaknya  selain membangun ruang baca bagi anak-anak, juga membuat kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan usaha sablon kaos dan suvenir ciri khas Tanah Ombak.

Baca juga: Dari Tanah Ombak memantik budaya literasi

"Nanti hasil penjualan kaos dan suvenir itu juga kami gunakan untuk menambah fasilitas di Tanah Ombak," katanya.

Ia menyebutkan tidak membatasi anak-anak yang datang untuk bermain dan belajar di sana. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu tidak boleh berkata kasar, menjaga kebersihan, tidak boleh main fisik, dan belajar mendengarkan.

Pewarta : Laila Syafarud/Agung Pambudi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar