Menteri BUMN pastikan LRT Jabodebek tak ada gangguan listrk

id LRT,LRT Jabodebek,gangguan listrik,PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat meninjau LRT Jabodebek relasi Cawang-Cibubur, Jakarta, Jumat. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno memastikan kereta ringan LRT Jabodebek tidak ada gangguan listrik.

“Kemarin kami, Pak Budi dari Adhi karya dan dari PT Kereta Api juga PT LEN, kita akan mengecek terus mengenai ‘electrical wiring’. Karena ini kereta listrik kita akan membuat simulasi-simulasi yang lebih mendalam, sehubungan dengan berbagai kemungkinan terkait aliran listriknya yang harus bisa terus lancar,” kata Rini saat meninjau di Stasiun LRT Cibubur, Jakarta, Jumat.

Dengan begitu, Rini berharap tidak ada lagi gangguan listrik yang mengganggu operasional LRT atau moda berbasis rel seperti yang terjadi sebelumnya.

“Sehingga tidak ada masalah seperti kemarin, nanti kita udah mulai testing. Insya Allah sebelum akhir tahun,” katanya.

Untuk itu, Rini juga meminta untuk membangun adanya cadangan listrik, minimal ada tiga cadangan.

“Sekarang yang kita ingin lakukan adalah berlapis-lapis aliran listrik cadangan. Jadi kalau ini mati, ada ‘backup’ aliran listriknya, minimal ada tiga ‘backup’. Dengan pengalaman yang kemarin (mati listrik), kali ini kita akan lebih mengetes lebih detil, lebih dalam,” katanya.

Seiring dengan rencana uji coba pada Oktober 2019, rangkain kereta dijadwalkan satu rangkaian datang pada September, dan tiga rangkain pada Oktober di mana satu rangkaian terdiri atas enam kereta.

“Kalau sudah empat set ini kita cukup yakin lah kita bisa mulai operasional minimal antara Cibubur ke Cawang Cibubur pulang pergi,” katanya.

Apabila aliran listrik sudah bagus, lanjut Rini, diharapkan Oktober bisa diuji coba secara komersil.

Untuk itu, ia meminta PT Industri Kereta Api (Inka) sebagai pemasok sarana LRT, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar bisa segera melakukan sertifikasi pada September ini.

“Supaya bisa beroperasi normal akan lebih nyaman kalau kita punya izin, Kemenhub harus memberikan sertifikasi, makanya kalau September ini, INKA lagi dicoba dan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Insya Allah kita bisa dapat sertifikasi operasi akhir Oktober,” katanya.


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar