Menhub sebut bakal ada transportasi massal dari BIY ke Borobudur

id menteri perhubungan,budi karya sumadi,transportasi massal,bandara internasional yogyakarta,borobudur

Wisatawan memadati kawasan Candi Borobudur di Kabupaten magelang, Jawa Tengah. (Heru Suyitno)

Kulon Progo (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antara Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menuju Borobudur dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan wisata Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kulon Progo, DIY, Minggu, mengatakan nanti ada jalan menuju Borobudur, namun pihaknya tidak bisa memastikan rute yang akan dibangun, serta moda transportasi yang akan digunakan apakah otobus atau yang lainnya.

"Yang pasti ada kendaraan massal yang disediakan menuju ke Borobudur," kata Budi Karya di sela-sela peninjauan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.

Terkait Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan izin pembangunan jalan tol di kawasan Bukit Menoreh oleh pemerintah pusat, Budi Karya mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti.

"Namun pembangunan jalan merupakan kewenangan Kementerian PUPR, nanti tentu pembangunannya akan diupayakan secepat mungkin," kata Budi Karya Sumadi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo Agus Langgeng Basuki mengatakan konsep tol yang melintasi Kulon Progo masih belum ada keputusan.

"Kami belum bisa menyebutkan pintu-pintu tol yang lewat Kulon Progo. Kami hanya diminta Pemda DIY untuk memberi masukan terkait konsep tol tersebut yang kemudian diusulkan ke Direktorat Kementerian Bina Marga," kata Agus Langgeng.

Ia mengatakan pintu keluar tol  itu dirancang untuk melayani pengguna jalan di sejumlah kawasan strategis, seperti RSUD Wates, kawasan perkotaan Wates baru, kawasan industri di Kecamatan Sentolo dan terutama Bandara Internasional Yogyakarta.

"Adapun konsep yang diusulkan Pemkab Kulon Progo yaitu kehadiran tiga exit tol yang dirancang mampu menampung lebih dari 500.000 kendaraan. Kemudian mempermudah akses kendaraan di kawasan strategis," katanya.

Lebih lanjut Agus Langgeng mengatakan pemkab juga telah menyusun rencana detail teknis jalan layang yang menghubungkan jalan tol, jalan nasional, dan RSUD Wates. Saat ini RSUD Wates sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan untuk menjadi rumah sakit berstandar internasional.

"Pembangunan jalan layang kami usahakan anggarkan lewat dana keistimewaan karena lokasi ruas jalan dari rumah sakit menuju jalan nasional, yang nanti terhubung ke rencana tol itu masuk satuan ruang strategis keistimewaan Wates. Artinya, kalau memungkinkan bisa menggunakan dana keistimewaan. Itu sedang kami usulkan," katanya.

Baca juga: Bandara Internasional Yogyakarta bakal rampung triwulan I 2020

Pewarta : Sutarmi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar