Bali berharap 70 persen hasil Dermaga Tanah Ampo untuk Karangasem

id dermaga tanah ampo,gubernur bali,pemprov bali

Gubernur Bali Wayan Koster, Dirjen Hubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo dan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menunjukkan nota kesepahaman terkait Dermaga Tanah Ampo yang telah ditandatangani (Antaranews Bali/Dok Humas Pemprov Bali/2019)

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster berharap sekitar 70 persen hasil operasional Dermaga Tanah Ampo yang dilanjutkan pembangunannya, dapat dinikmati Pemerintah Kabupaten Karangasem.

"Dermaga Tanah Ampo yang dari dulu tidak selesai-selesai saya anggap penting dalam rangka mengintegrasikan infrastruktur di Bali," kata Koster dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan, Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem terkait Pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo, di Denpasar, Selasa.

Ia menyebutkan sudah ada lampu hijau dari Presiden Joko Widodo. Menteri juga sudah melihat langsung sehingga tahapan-tahapannya harus diselesaikan agar secepatnya terlihat progres dari proyek itu. 

Baca juga: Desa Penglipuran Bali dinilai layak jadi model wisata edukasi

Menurut Koster, kelanjutan pembangunan dermaga bertaraf internasional di wilayah Kabupaten Karangasem yang berada di ujung timur Pulau Bali itu adalah sebagai bentuk keseriusan komitmen pemerintahannya mewujudkan visi pengembangan infrastruktur terintegrasi darat, laut dan udara.

Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini berharap kelanjutan pembangunan dermaga bertaraf internasional di kawasan Tanah Ampo akan berdampak terhadap pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Karangasem.

"Kami di provinsi tidak minta banyak, biar Kabupaten Karangasem yang lebih banyak menikmati hasilnya, sampai 70 persen tidak masalah jika sudah beroperasi nanti. Karena tugas kita juga di provinsi untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah seperti Karangasem," ucapnya.

Baca juga: Presiden ingin Waduk Muara Nusa Dua difungsikan sebagai obyek wisata

Namun, Koster mengingatkan ke depan pengelolaan dermaga yang ditujukan sebagai salah satu infrastruktur penunjang pariwisata Bali ini dilakukan secara profesional.

"Selama ini ada anggapan kita hanya bisa membangun, dan tidak bisa memelihara. Harus dihilangkan anggapan itu, dikelola secara baik, profesional sehingga bisa betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama di Karangasem," ucapnya.

Selanjutnya terkait sistem pembangunan dermaga yang akan mengakomodasi kapal pesiar dari mancanegara ini akan menggunakan pola kerja sama antara pemerintah pusat, daerah dan swasta. "Saya lihat desainnya bagus sekali," ucap mantan Anggota DPR RI tiga periode ini.

Sementara itu Direktur Jenderal Hubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo mengatakan pembangunan Dermaga Tanah Ampo telah berjalan sesuai tahapan dan rencana. Kemenhub sendiri, menurutnya, akan memberi dukungan penuh terhadap proyek ini.

"MoU ini adalah langkah awal yang penting untuk tahapan selanjutnya. Saya bersyukur di Bali semuanya bersemangat untuk mewujudkan dermaga ini, dan tentunya akan sangat mudahkan tahapan ke depannya," ujar Purnomo.

Sedangkan untuk tahap awal pembangunan pada tahun 2019, menurut dia, akan dimulai dengan menyempurnakan dermaga sebagai tempat penyandaran kapal-kapal berukuran besar.

"Selanjutnya baru akan dilanjutkan dengan pembangunan-pembangunan terminal dan sarana pendukung lainnya, terutama untuk mendukung industri pariwisata setempat," kata Purnomo.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersyukur dengan progres cepat penyelesaian pembangunan Dermaga Tamah Ampo.

"Kami berharap dengan beroperasinya dermaga ini, bisa membantu Karangasem  membangun perekonomian, mengejar ketertinggalan didibanding kabupaten lain," ucapnya.

Baca juga: Ubud dipersiapkan jadi destinasi wisata gastronomi standar dunia
 

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar