PKK Aceh: Konsumsi ikan sejak dini penting untuk pertumbuhan

id Pkk aceh,pemerintah aceh,dyah erti idawati,plt gubernur aceh

Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) di Jakarta.

Aceh Besar (ANTARA) - Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh Dyah Erti Idawati menyatakan konsumsi ikan sejak dini sangat penting untuk pertumbuhan anak.

“Promosi tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan sudah dilakukan secara besar-besaran di Aceh, baik itu melalui Tim Penggerak PKK, Pokja, maupun Bunda PAUD," katanya di Jakarta, Kamis.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) di Jakarta.

Acara tersebut dibuka Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo.

Dyah menjelaskan bahwa rakor tersebut dalam rangka penguatan, sinergitas kegiatan, dan menyusun keterpaduan langkah dalam mendukung peningkatan konsumsi ikan nasional melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Baca juga: PKK Aceh siap terlibat aktif dalam gerakan Geunting

Baca juga: PKK gandeng BPOM sidak jajanan sekolah

 

Untuk konsumsi ikan di Provinsi Aceh, menurut dia, tidak mengalami kendala karena produksi ikan di daerah ini cukup banyak, lebih dari 50 kilogram per kapita per tahun, atau di atas rata-rata nasional sebanyak 40-an konsumsi.

"Kami terus perbanyak promosi gemar makan ikan secara langsung melalui PAUD, pesantren, dan sekolah dengan melakukan pemeliharaan ikan selain untuk dimakan juga sebagai pengenalan terhadap anak didik terkait denganpentingnya konsumsi ikan sejak dini," katanya.

Untuk pemerataan dan memperluas pengonsumsian ikan maka ke depan akan disusun beberapa agenda dengan harapan, anak-anak Aceh baik tingkat PAUD, sekolah dasar (SD), baik pelajar sekolah menengah pertama (SMP) supaya gemar makan ikan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tujuh perwakilan Forikan, antara lain, Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Papua, dan Provinsi Aceh.


Pewarta : M. Ifdhal
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar