Pembangunan pusat logistik diharapkan tarik investasi ke Aceh

id banda aceh,pemerintah aceh,plt gubernur aceh,kia ladong,transcontinent

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah enam dari kanan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusat Logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent di kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Sabtu (31/82019). ANTARA/M ifdhal/aa.

Banda Aceh (ANTARA) - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan kehadiran pusat logistik di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Kabupaten Aceh Besar dapat menempatkan provinsi tersebut sebagai destinasi utama investasi di wilayah Indonesia bagian barat.

"Kehadiran Pusat Logistik Berikat ini akan sangat bermanfaat bagi aktivitas usaha di Aceh, di mana perusahaan manufaktur di dalam negeri tidak perlu lagi impor bahan baku, barang modal, atau bahan penolong, karena semua tersedia di sini," kata Nova Iriansyah di Aceh Besar, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Pusat Logistik Berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Ia menjelaskan pembangunan pusat logistik tersebut berkaitan erat dengan semangat untuk memperluas pasokan kebutuhan barang serta meningkatkan jalur ekspor produk daerah.

"Langkah ini juga sejalan dengan rencana untuk mengoptimalkan tol laut Aceh dengan menjadikan Pelabuhan Malahayati sebagai pusat bongkar muat kontainer. Pembangunan pusat logistik ini juga bagian dalam mendukung pengembangan iklim usaha di Aceh," katanya.

Menurut dia, peletakan batu pertama yang dilakukan di kawasan Pusat Logistik Berikat tersebut seiring adanya perusahaan transportasi logistik nasional yakni PT. Trans Continent untuk berinvestasi di kawasan KIA tersebut.

"Kita berharap dengan hadirnya perusahaan transportasi logistik nasional ini dapat diikuti oleh perusahaan lainnya, sehingga upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran dapat terwujud," katanya.

Ia menambahkan dengan beroperasinya kawasan Logistik Berikat yang efektif pada 2020 tersebut akan ada biaya logistik yang terpangkas, ada jarak kemudahan yang didapat dan intensif dari Pemerintah Aceh berupa sewa dan juga mendorong Pemerintah Aceh untuk terus melengkapi utilitas pendukung di daerah setempat.

"Saya minta PT Pembangunan Aceh selaku perpanjangan tangan Pemerintah Aceh yang menaungi kegiatan investasi di kawasan industri ini agar bersinergi dengan PT Trans Continent guna memperlancar pembangunan pusat logistik berikat. Saya juga mengajak semua pihak untuk mendukung pembangunan ini sehingga obsesi Pemerintah Aceh menurunkan kemiskinan dapat dimulai dari Aceh Besar," katanya.

Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Zubir Sahim mengatakan selain Trans Continent juga akan ada sejumlah perusahaan lainnya yang akan ikut berinvestasi di kawasan KIA Ladong tersebut.

"Kami akan berupaya maksimal pengembangan kawasan ini karena kehadirannya akan mampu memberikan nilai tambah yang nantinya dapat dinikmati oleh para masyarakat di Provinsi Aceh," katanya.

Dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan pusat Logistik Berikat di KIA Ladong, Aceh Besar tersebut turut dihadiri langsung oleh CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid, Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh, Aceh Besar dan juga kalangan pengusaha.

Baca juga: Bea dan Cukai Jakarta hadirkan pusat logistik berikat e-commerce
Baca juga: Pusat Logistik Berikat berkontribusi turunkan biaya logistik
Baca juga: Bea Cukai fasilitasi pembangunan pusat logistik bahan pokok perbatasan

Pewarta : M Ifdhal
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar