Realisasi investasi China di NTT terhambat masalah komunikasi

id tiongkok investasi

Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Bali, Gou Haodong. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Denpasar, Bali (ANTARA) -
Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat China di Denpasar, Bali, Gou Haodong mengatakan masalah komunikasi menjadi penghambat utama para investor dari Tiongkok merealisasikan investasinya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kendala utama adalah sumber daya manusia (SDM) yang bisa melakukan komunikasi, terutama dalam hal bahasa," kata Gou Haodong di Denpasar, Bali, Senin.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan penyebab para investor asal negeri Tirai Bambu itu belum merealisasikan investasi di provinsi berbasis kepulauan itu.

Baca juga: Konjen RCC paparkan pandangan soal Indonesia dan reformasi investasi

Dalam beberapa tahun terakhir ini, para investor asal China berkunjung ke NTT, sekaligus menjajaki peluang investasi di wilayah itu.

Bahkan ada investor yang sudah menyatakan keinginan untuk menanamkan investasi di bidang budidaya rumput laut dan budidaya mutiara, tetapi sampai saat ini belum ada realisasi.

Baca juga: China bangun pabrik farmasi senilai Rp580 miliar di Karawang

Kendala lain menurut dia, adalah investor asal China kurang memahami tentang kebijakan pemerintah di daerah, dan atau kondisi perkembangan di NTT.

"Kemudian kebijakan investasi mungkin ada yang kurang menarik untuk pengusaha, sehingga belum dapat melakukan investasi," katanya.

Namun dia berharap para investor asal China dapat merealisasikan investasi yang menguntungkan bagi dua wilayah tersebut.

Baca juga: China-Hongkong-Filipina jajaki kerja sama investasi Sulut

 

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar