Gubernur Jatim dorong BMKG buka akses seluasnya pada masyarakat

id Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, puting beliung, BMKG Juanda

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat salah satu alat prakiraan cuaca di BMKG Juanda Surabaya, Senin (3/9/2019).(ANTARA/Indra)

Sidoarjo (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong kepada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Juanda supaya membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat tentang informasi prakiraan cuaca.

"Kami ingin ada koneksitas dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), dan juga titik-titik kemungkinan masyarakat bisa mengakses informasi secara sering dan realtime sehingga akan menjadi kewaspadaan bersama," katanya saat mengunjungi Kantor BMKG Juanda di Sidoarjo Jawa Timur, Senin.

Ia mengemukakan, seperti di perahu atau kapal motor dimana yang mengetahui kondisi cuaca tidak hanya nakhoda, tetapi juga penumpang bisa mengetahui gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh BMKG, sehingga bisa mengantisipasi adanya informasi penting.

"Berikutnya saat memasuki bulan September, Oktober dan Desember ini itu kan juga sudah mulai masuk musim hujan akan terkonfirmasi curah hujan seberapa tinggi debit airnya kemungkinan terjadinya ikutan cuaca ekstrem, kemungkinan terjadinya angin puting beliung dan seterusnya," katanya.

Ia berharap, kepada pemangku kepentingan supaya bekerja sama supaya bisa koneksitas dengan data yang ada di BMKG, sehingga kemungkinan kejadian di laut bisa diantisipasi.

"Salah satunya saat masuk musim hujan akan terkonsentrasi berapa curah hujan dan juga berapa tinggi gelombang, termasuk angin puting beliung," katanya.

Koneksitas itu, kata dia, sudah bisa diakses dengan kecanggihan teknologi dan nantinya bisa diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah tingkat dua untuk memberikan langkah komprehensif.

"Kami tidak ingin ada bencana, tetapi sesuai dengan topografi wilayah Jatim sangat rentan terjadi bencana alam. Seperti saat kemarau terjadi kebakaran hutan, banjir, dan juga cuaca ekstrem," katanya.

Baca juga: BMKG-ESRI kembangkan teknologi dukung dunia usaha
Baca juga: BMKG: kecepatan informasi bencana harus diutamakan dibanding akurasi
Baca juga: BMKG dorong pemanfaatan informasi cuaca untuk pertanian Kalteng

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar