Warga Jambi keluhkan kabut asap akibat karhutla

id Warga Jambi keluhkan kabut asap

Yesi, Warga Kecamatan Bagan Pete, Kota Jambi bersama anaknya gunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan. Warga Jambi keluhkan kabut asap yang kembali terjadi karena mengganggu kesehatan, terutama terhadap anak-anak. (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Warga Jambi mengeluhkan kabut asap yang mencemari udara di Kota Jambi akibat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama pencemaran kualitas udara pada malam hari.

"Saat ini kabut asap mulai terjadi lagi, meski sempat hujan namun kabut asap saat ini mulai pekat, sehingga kalau ingin keluar rumah harus pakai masker," kata Warga Kecamatan Bagan Pete, Kota Jambi Yesi di Jambi, Selasa.

Selain kabut asap, cuaca panas yang ekstrem turut mengkhawatirkan kondisi kesehatan anaknya. Pasalnya anak Yesi yang bernama Aira yang kini berusia lima tahun terserang batuk dan pilek, sehingga untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anaknya, yesi memberikan asupan vitamin terhadap anaknya.

Yesi berharap pemerintah mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang hampir terjadi dalam setiap harinya, terutama kepada tim satgas karhutla, baik tim satgas karhutla pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.

Namun yesi lebih menekankan kepada pemilik lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat saat ini dalam keadaan musim kemarau yang sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Harapannya pemerintah mampu mengatasi karhutla yang terjadi, tapi kalau warga tidak membakar lahan tentu tidak terjadi kebakaran, jadi mohon lah pengertiannya kepada warga pemilik lahan itu untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata Yesi.

Dia mengatakan saat ini membuka lahan dengan cara dibakar tersebut sudah dilarang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuka lahan perkebunan selain dengan cara membakar, misalnya dengan memanfaatkan alat berat untuk membuka lahan perkebunan.

Selain itu, Yesi turut mengeluhkan kualitas air sumur di rumahnya. Meski sumur di rumahnya tidak kering, namun warna air sumur miliknya berubah menjadi kekuningan dan berbau busuk. Ia berharap turun hujan secepatnya, sehingga kabut asap yang terjadi dapat hilang dan air sumur miliknya kembali normal seperti biasanya.

"Harapannya kabut asapnya hilang, tapi setelah turun hujan, kebakaran masih terus terjadi," kata Yesi.

Selain Yesi, Ida warga Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi turut mengeluhkan kabut asap yang kembali terjadi di kota itu. Kini Ida membatasi aktifitas anaknya diluar rumah.

"Kabut asapnya kembali terjadi, anak saya sekarang saya larang untuk bermain di luar rumah, keluar rumah itu kalau ada kepentingan saja, dan kalau keluar harus pakai masker," kata Ida.

Meski demikian, terkadang anak-anak enggan memakai masker. Karena menurut mereka memakai masker membuat susah bernafas, karena anak-anak tersebut tidak terbiasa menggunakan masker.

Baca juga: Kota Jambi liburkan sekolah akibat gangguan asap
Baca juga: Akibat kabut asap jarak pandang di Kota Jambi 3,9 km
Baca juga: Kabut asap kembali selimuti Jambi

Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar