40 IKM ikuti "Sleman Innovative Fashion and Craft 2019"

id Sleman Innovative Fashion and Craft 2019,IKM

"Sleman Innovative Fashion & Craft (SIFC) 2019 resmi dibuka Bupati Sleman yang ditandai dengan pengguntingan buntal oleh istri Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati  Paku Alam X, di Atrium Jogja City Mall. (Foto Dok Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Sebanyak 40 industri kecil dan menengah (IKM) binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti "Sleman Innovative Fashion and Craft 2019" (SIFC) di Atrium Jogja City Mal, 3 - 8 September 2019.

Sleman Innovative Fashion & Craft (SIFC) 2019 resmi dibuka Bupati Sleman yang ditandai dengan pengguntingan buntal oleh istri Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam X di Atrium Jogja City Mall, Selasa.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa SIFC 2019 digelar selama enam hari tersebut menghadirkan 32 stan dengan jumlah peserta 40 IKM.

"Kegiatan ini menghadirkan produk kerajinan dan fashion yang kekinian sekaligus mempromosikan produk olahan berbasis bambu yang inovatif dan berkualitas sesuai dengan gaya hidup masyarakat," katanya.

Menurut dia, SIFC 2019 juga menghadirkan berbagai event seperti talkshow, workshop bambu, lomba dance dan berbagai pertunjukan hiburan seperti atraksi barongsai keranjang bambu, angklung dan paduan suara.

Baca juga: Kemenperin: Omzet IKM minimum tumbuh 7x lipat dengan penjualan online

"Kegiatan ini kami selenggarakan untuk mempromosikan produk pelaku IKM binaan Dekranasda Kabupaten Sleman serta mengenalkan potensi fesyen dan kerajinan Sleman yang sedang berkembang,” tambah Kustini.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa SIFC 2019 bertujuan untuk mendukung terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera dengan mengupayakan kemandirian ekonomi.

"Melalui SIFC diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk IKM Sleman di tingkat yang lebih tinggi," katanya.

Ia mengatakan, melalui Dekranasda, Sleman berupaya merangkul generasi muda untuk mengenal bambu yang merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman.

"Hal inilah yang menginspirasi untuk mengusung SIFC digelar di pusat perbelanjaan seperti Jogja City Mall. Dengan demikian diharapkan, generasi muda akan lebih akrab dengan komoditas lokal Sleman," katanya.

Bupati mengatakan, penyelenggaraan SIFC kali ini merupakan embrio yang diharapkan dapat mendorong pusat perbelanjaan lain di Sleman untuk turut mempromosikan dan memasarkan produk-produk lokal Sleman.

Baca juga: Penuhi pasar sarung goyor, Kemenperin berdayakan Lapas
Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau salah satu stand "Sleman Innovative Fashion & Craft (SIFC) 2019 di Atrium Jogja City Mall. (Foto Dok Humas Sleman)

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar