Delapan desa di Kepri jadi pilot project perpustakaan perdesaan

id Perpustakaan desa

Perpusatakaan Desa Pracimoharjo. ANTARA/ Feru Lantara

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Delapan desa di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dipilih oleh Perpustakaan Nasional menjadi pilot project perpustakaan perdesaan.

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Amir Husin,  Selasa mengungkapkan empat desa di Kabupaten Karimun yang terpilih, di antaranya Desa Tebias, Desa Lebuh, Desa Gemuruh, dan Desa Pongkar.

Sementara empat desa lainnya di Kabupaten Bintan, yakni Desa Sebong Pereh, Desa Mantang Baru, Desa Toapaya, dan Desa Kuala Sempang.
Baca juga: Pemerintah perbaiki 550 perpustakaan di 451 desa

"Melalui pilot project perpustakaan ini, diharapkan bisa mengembangkan perpustakaan-perpustakaan desa lain di Kepri, khususnya dalam program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui tranformasi layanan berbasis inklusi sosial," kata Amir Husin.

Sementara itu, Ketua Tim Sinergi Kepri, Yetriani, menyebutkan setiap perpustakaan desa yang ditunjuk sebagai pilot project oleh Perpustakaan Nasional mendapatkan bantuan masing-masing berupa empat unit komputer serta 1.000 buku melalui APBN.

"Dari perpustakaan desa yang dijadikan pilot project ini, diharapkan terwujud visi mendorong perekonomian masyarakat dan meningkatkan keahlian warga pedesaan. Harapan kita ke depan perpustakaan di kabupaten dan kota bisa menjadi penerima manfaat dari program ini,” kata Yetriani.
Baca juga: Dana desa boleh digunakan untuk perpustakaan

Tim Sinergi Kepri, kata dia, akan berupaya mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih memperhatikan pengembangan perpustakaan-perpustakaan di desa sesuai dengan amanat terbentuknya tim sinergi.

“Tim Sinergi Kepri ini dibentuk berdasarkan SK Gubernur Kepri tentang program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui tranformasi layanan berbasis inklusi sosial,” sebutnya.

Dia katakan, ada beberapa program yang dibuat Tim Sinergi, antara lain pelibatan masyarakat sehingga perpustakaan menjadi pusat belajar dan kegiatan masyarakat seperti pelatihan marketing online pelaku batik, kerajinan makanan olahan dan petani.

Selain itu membuat pelatihan komputer dan internet termasuk pelatihan desain grafis untuk pelaku usaha rumahan agar lebih maksimal mempromosikan produk yang dihasilkannya.

“Tim Sinergi Kepri ini juga akan melakukan pendampingan dalam pelaksanaan program perpustakaan di kabupaten kota dan pedesaan serta kelurahan,” terangnya.

Tujuan terbentuknya Tim Sinergi Kepri ini, lanjutnya, untuk menjadi motor penggerak keberlanjutan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan berkontribusi untuk keberhasilan di daerah masing-masing.

Baca juga: Perpustakaan desa yang "mati suri" di Tangerang-Banten digiatkan lagi

Pewarta : Ogen
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar