Tumpahan minyak tak pengaruhi kunjungan wisatawan di Kepulauan Seribu

id Tumpahan Minyak Pertamina,Kepulauan Seribu

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad dan Petugas PPSU membersihkan pesisir pantai yang terdapak tumpahan minyak Pertamina. ANTARA/HO Bupati Kepulauan Seribu/am.

Jakarta (ANTARA) - Bupati Kepulauan Seribu DKI Jakarta Husein Murad mengatakan tumpahan minyak milik Pertamina tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan di sekitar perairan Teluk Jakarta.

"Justru terjadi peningkatan kunjungan wisatawan hingga 62.000 orang," kata dia saat menghadiri acara Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2 2019 di Jakarta Utara, Rabu.

Murad menyebutkan 62.000 orang wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu terhitung sejak lebaran 2018 hingga 2019, sedangkan tahun sebelumnya atau lebaran 2017 hingga 2018 mencapai 40.000 orang.

Juga baca: Ini kata legislator soal penanganan tumpahan minyak Pertamina

Juga baca: Warga Kepulauan Seribu segera terima kompensasi akibat minyak tumpah

Juga baca: Legislator: upaya penghentian tumpahan minyak Pertamina sudah tepat

Sebelumnya, kebocoran minyak dan gelembung gas terjadi di sekitar anjungan lepas pantai YYA, blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina yang terletak sekitar dua kilometer dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat, pada 18 Juli lalu.

Akibat tumpahan minyak tersebut sebagian perairan di Kepulauan Seribu terkena dampaknya di antaranya Pulau Edam, Pulau Air, Pulau Cipir, Pulau Bidadari, Pulau Onrus, Pulau Kelor, Pulau Untung Jawa, Pulau Rambut, dan Pulau Lancang.

Saat ini, Pertamina masih menginventarisasi guna menentukan dana kompensasi bagi warga Kepulauan Seribu terdampak tumpahan minyak yang direncanakan akan cair pada pekan ini.

Husein menuturkan pembagian dana kompensasi untuk warga yang dirugikan akibat tumpahan minyak itu diatur berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup.

Pewarta : Taufik Ridwan, Dewi, Anto, Pikyu Berlian
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar