Vonis bersalah pengadilan terhadap politisi perburuk situasi Katalan

id katalan,separatis katalan,vonis pengadilan,Spanyol

Dokumentasi - Kepala Pemerintahan Katalan Quim Torra ikut serta dalam rapat umum organisasi separatis Katalan untuk berdemonstrasi menentang pengadilan para pemimpin Catalan dan menyerukan hak penentuan nasib sendiri di Barcelona, ​​Spanyol, (16/2/2019). ANTARA/REUTERS/Juan Medina/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pemerintahan Katalan Quim Torra dalam jumpa pers di Madrid, Kamis, mengatakan vonis bersalah yang ditujukan pengadilan ke sejumlah politisi dan petinggi lembaga dapat membuat keinginan kelompok separatis semakin gencar untuk  berpisah dengan Spanyol.

Tuntutan merdeka sekelompok warga Katalan telah menjadi isu politik di Spanyol selama beberapa tahun terakhir. Isu itu menyebabkan situasi politik di Spanyol jatuh dalam krisis. Bahkan, bagi sebagian pihak, persoalan itu menyebabkan pemilihan umum di Spanyol pada April mendatang jadi sulit diprediksi.

Katalan, wilayah makmur di bagian utara Spanyol, diprediksi banyak pihak akan kembali menempati isu teratas agenda politik pada Oktober di saat Mahkamah Agung membacakan vonis untuk 12 separatis yang menuntut Katalan merdeka.

Para aktivis kemerdekaan dituntut oleh kejaksaan selama tujuh sampai 25 tahun penjara. Tuntutan itu diberikan karena Jaksa meyakini mereka terlibat dalam aksi pemberontakan, penghasutan, dan penyalahgunaan dana publik.

Tuntutan itu, menurut jaksa, didasari atas perbuatan mereka selama memimpin referendum yang menentukan status Katalan pada 2017, serta peran mereka di saat menyatakan kemerdekaan pada tahun yang sama. Namun tak lama, referendum dan proklamasi kemerdekaan Katalan dibatalkan oleh pengadilan.

Sembilan dari 12 terdakwa separatis Katalan saat ini berada di penjara sambil menunggu pembacaan putusan.

"Jika vonis hakim menyatakan mereka tak bersalah, momen itu akan menjadi babak baru untuk kembali memperjuangkan kemerdekaan," kata Torra dalam jumpa pers.

Ia menambahkan apabila hakim menyatakan 12 aktivis kemerdekaan Katalan bersalah, vonis itu menjadi ukuran "kualitas demokrasi di Spanyol".

Sejumlah petinggi lembaga di Katalan melawan larangan pengadilan dengan mengadakan referendum pada 2017. Saat peristiwa itu berlangsung, anggota kepolisian bersenjata tongkat berjalan di tengah kerumunan berusaha menghentikan warga Katalan mengikuti referendum. Peristiwa itu kemudian memaksa pemerintah pusat di Madrid untuk mengambil alih otoritas di Katalan.

Torra mengatakan apabila 12 politisi dan aktivis itu tak dibebaskan, dia akan mempercepat rencana pemisahan Katalan dari Spanyol. Ia tak menjelaskan langkah apa yang akan dilakukan, tetapi Torra menyebut pihaknya akan mengupayakan kesepakatan dari partai-partai politik di Katalan.

Dalam kesempatan terpisah, pimpinan Katalan itu mengatakan anggota parlemen dari partainya tak akan mendukung Perdana Menteri Pedro Sanchez untuk terpilih kembali oleh Kongres, kecuali ada peristiwa tak terduga terjadi di kemudian hari.

Sumber: Reuters

Baca juga: Spanyol larang bendera Catalan berkibar pada final Copa del Rey
Baca juga: Raja Spanyol minta sempalan Katalan hargai hukum
Baca juga: Kub-klub Katalan ikut dalam aksi pemogokan

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar