Koalisi pimpinan Saudi bantah laporan PBB soal Yaman

id Koalisi pimpinan Yahudi,laporan soal Yaman,al-Houthi

Para pendukung separatis di Yaman Selatan berdiri di samping papan iklan dalam aksi unjuk rasa di kota pelabuhan Aden, Yaman, pada Kamis (5/9/2019). Mereka menunjukkan dukungan kepada Uni Emirat Arab di tengah ketegangan dengan pemerintahan dukungan Arab Saudi. ANTARA/REUTERS/Fawaz Salman/am.

Riyadh (ANTARA) - Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang memerangi gerakan al-Houthi dukungan Iran di Yaman, pada Kamis (5/9) menolak laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), yang dianggapnya subjektif dan bias.

Laporan itu berisi seruan agar pengiriman senjata kepada pihak-pihak yang berkonflik di Yaman dilarang.

Laporan yang dirilis pada Kamis menyebutkan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis mungkin terlibat dalam kejahatan perang di Yaman dengan mempersenjatai dan memberikan dukungan intelijen serta logistik kepada koalisi, yang menurut laporan secara sengaja membuat warga sipil kelaparan.

Panel penyidik PBB yang menulis laporan tersebut merekomendasikan agar semua negara memberlakukan larangan pengiriman senjata pada mereka yang berperang guna mencegah senjata digunakan untuk melakukan pelanggaran serius.

"Laporan itu didasarkan pada sejumlah asumsi yang tak akurat dari para pakar PBB ... yang menelanjangi objektivitas dan imparsialitas," bunyi pernyataan yang dipublikasi Kantor Berita Saudi, SPA.

Baca juga: Koalisi pimpinan Saudi bentuk komite dengan UAE untuk stabilkan Yaman

Koalisi menuturkan ke depannya akan memberikan "tanggapan hukum yang komprehensif dan rinci". Mereka membantah pernyataan dalam laporan itu bahwa koalisi tidak bekerja sama atau pun memberikan informasi kepada panel.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, pihak-pihak utama dalam koalisi yang memerangi al-Houthi --kelompok yang mengendalikan Ibu Kota Yaman, merupakan dua konsumen senjata terbesar dari Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Laporan itu menuding koalisi membunuh warga sipil dalam serangan udara dan sengaja mencegah pemberian makanan bagi para warga sipil, di negara yang menghadapi kelaparan.

Koalisi pada Kamis menyebutkan pihaknya masih secara penuh melakukan operasi militernya berdasarkan peraturan hukum kemanusiaan internasional dan hukum HAM internasional.

Sumber: Reuters

Baca juga: Palang Merah: Lebih 100 orang tewas dalam serangan atas penjara Yaman

Baca juga: Yaman terus cari jenazah korban serangan koalisi

 

Indonesia Sampaikan Pesan Politik Soal Yaman


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar