Bantul berangkatkan 20 keluarga untuk program transmigrasi

id Transmigrasi Bantul

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Mendes-PDTT Eko Putro Sandjojo berbaur dengan warga transmigran di UPT Sepunggur, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, beberapa waktu lalu. Bulungan menjadi salah satu lokasi bagi transmigran asal Bantul, Yogyakarta. (ANTARA/HO/humasprovkaltara)

Bantul (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2019 akan memberangkatkan sebanyak 20 kepala keluarga untuk mengikuti program transmigrasi ke berbagai lokasi transmigrasi di luar pulau Jawa.

"Transmigrasi tahun ini ke Bulungan Kalimantan Utara 10 KK (kepala keluarga), Konawe Sulawesi Tenggara tiga KK, Mamuju Sulawesi Barat tiga KK, Muna Sulawesi Tenggara dua KK, Simeulue Aceh dua KK, total sebanyak 20 KK," kata Kasi Penempatan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Istiwasono di Bantul, Minggu.

Menurut dia, sebelum diberangkatkan ke lokasi tujuan transmigrasi secara bertahap yang diprediksi pada pertengahan Oktober nanti, semua keluarga tersebut akan mendapatkan pembekalan maupun pelatihan dari institusi terkait baik dari Bantul maupun Pemda DIY.

"Rencana pemberangkatan kita masih menunggu Surat Perintah Pemberangkatan (SPP) dari DIY, DIY juga menunggu dari pemerintah pusat, prediksi nanti Oktober pertengahan sudah pemberangkatan," katanya.

Dia menjelaskan, keluarga calon transmigran yang akan diberangkatkan lebih dulu adalah dengan tujuan Muna dan Konawe Sulawesi Tenggara, sebab menyesuaikan dengan kesiapan lokasi tujuan dan pemerintah daerah setempat.

Istiwasono mengatakan, lokasi transmigrasi tahun ini tersebut, bukan merupakan daerah baru, melainkan lokasi pengembangan dari yang sudah ada penempatan sebelumnya.

"Sudah ada (penempatan transmigrasi), dan ini tahap pengembangan, dulu ada penempatan dan pengembangan, apalagi di Bulungan sejak tahun 2014 ada penempatan transmigran," katanya.

Dia mengatakan, jika dibanding dengan tahun lalu, keluarga yang berangkat ke lokasi transmigrasi pada 2019 mengalami penurunan, karena tahun 2018 Bantul memberangkatkan 28 KK terdiri sebanyak 95 jiwa, sedangkan tahun ini 20 dengan asumsi satu KK terdiri tiga sampai empat jiwa.

"Turun karena tergantung kuota dari pemerintah pusat, dan tahun ini untuk DIY (empat kabupaten/satu kota) sebanyak 73 KK, dan dibreakdown Bantul mendapat 20 KK, itu sudah paling banyak dari pada daerah lain. Dan itulah transmigrasi, dari tahun ke tahun tetap ada peminat," katanya.

Baca juga: Kuota transmigran dari Bantul tertinggi se-Yogyakarta
Baca juga: Bantul akan berangkatkan transmigran awal September
Baca juga: 7 KK dari Yogyakarta transmigrasi ke Sulawesi-Sumatera

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar