ACT buktikan Indonesia negara paling dermawan sedunia

id Aksi Cepat Tanggap,ACT,Indonesia Dermawan

Kampanye Gerakan Nasional Indonesia Dermawan. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ingin membuktikan bahwa Indonesia memang benar-benar sebagai negara paling dermawan sedunia sebagaimana dinobatkan Yayasan Bantuan Amal Dunia (CAF).

Steering Committee Gerakan Indonesia Dermawan ACT Syuhelmaidi Syukur di Jakarta, Selasa, mengatakan dinobatkannya Indonesia sebagai negara paling dermawan sedunia tercermin dari perilaku para donatur di ACT.

"Berdasarkan World Giving Index, Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Memang benar, dermawan sudah jadi habit di Indonesia terutama dari golongan menengah ke bawah," kata Syuhelmaidi.

Lembaga amal dunia CAF yang berbasis di Inggris menerbitkan laporan World Giving Index tahun 2018 di mana Indonesia menjadi negara dermawan nomor satu di dunia.

Syuhelmaidi berpendapat tidak heran dengan peringkat tersebut karena merasakan sendiri bagaimana dermawannya orang Indonesia berdonasi di ACT.

Dia mengungkapkan ada seorang donatur yang rutin berdonasi sebesar Rp50 ribu setiap harinya tanpa henti. Selain itu ada pula individu yang berdonasi dalam jumlah besar mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah ketika terjadi bencana yang melanda Indonesia.

Dengan diadakannya kampanye Gerakan Nasional Indonesia Dermawan diharapkan sikap kedermawanan bisa menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sehingga penggalangan dana untuk mereka yang membutuhkan tidak menunggu momen seperti terjadi bencana.

Dia menyampaikan bahwa gerakan Indonesia Dermawan bisa diikuti oleh semua orang mulai dari anak sekolah hingga pengusaha untuk menanamkan kebiasaan berderma.

"Yang paling penting ini gerakan inklusif yang bisa melibatkan semua orang. Anak kecil, SD, SMP, secara penghasilan tidak besar tapi menanamkan kebiasaan menyumbang ini yang akan menjadi luar biasa," kata dia.


Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar