Dua warga Kampung Pangkalan Sukabumi korban keracunan meninggal dunia

id Keracunan massal ,Kampung Pangkalan ,Kecamatan Bantargadung ,Kabupaten Sukabumi,BPBD Kabupaten Sukabumi

Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat saat meninjau Puskesmas tempat dirawat korban keracunan massal yang merupakan warga Kampung Pangkalan, RT 03/03, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Dua warga Kampung Pangkalan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan korban keracunan nasi uduk yang dibagikan warga sekitar saat acara tahlilan meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya terus menurun.

"Kami sudah meninjau langsung ke lokasi kejadian di RT 03/03, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung dan Puskesmas Bantargadung di mana ratusan warga yang keracunan dirawat. Sebagian kondisi kesehatan warga sudah ada yang membaik dan lainnya masih lemah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Maman Suherman di Sukabumi, Kamis.

Adapun dua warga yang meninggal dunia tersebut yakni Rendi (9) sebagai pelajar dan Dewi (37) merupakan ibu rumah tangga. Keduanya merupakan warga Kampung Pangkalan RT 03/03.

Kedua korban meninggal dunia tersebut sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumah korban.

Warga yang mengalami keracunan tersebut selain dirawat di Puskesmas Bantargadung dan untuk korban yang kondisinya cukup parah dirujuk ke RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

"Dari hasil pendataan sementara jumlah warga yang keracunan nasi uduk tersebut mencapai 149 orang. Informasi dari petugas medis yang merawat mereka korban kondisinya lemah karena banyak kehilangan cairan tubuh akibat sering muntah, buang air besar dan lainnya," tambahnya,

Baca juga: Puluhan warga Kampung Pangkalan Sukabumi keracunan nasi uduk

Baca juga: Kesehatan buruh korban keracunan di Sukabumi mulai membaik

Baca juga: Puluhan pelajar SD di Sukabumi diduga keracunan


Sementara, Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan pihaknya masih menyiagakan anggotanya untuk membantu evakuasi korban yang harus dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas.

Hingga saat ini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi masih melakukan uji laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masal tersebut. Sementara Polres Sukabumi sudah memintai keterangan dari warga dan sejumlah saksi lainnya perihal kejadian itu.

 

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar