Moon dan Trump diperkirakan bertemu di sela sidang umum PBB

id Korea Selatan - Amerika,Korea Utara - Amerika,Denuklirisasi,perundingan Korea-Amerika

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in terlihat di zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, dalam gambar yang diambil dari video Minggu (30/6/2019) (SouthKoreanPool/via REUTERS TV)

Seoul (ANTARA) - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden Amerika Selatan Donald Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan puncak di PBB bulan ini, kantor Moon mengatakan pada Jumat, di tengah harapan untuk memulai kembali pembicaraan yang bertujuan menanggalkan program senjata nuklir Korea Utara.

Seoul dan Washington bekerja untuk menetapkan tanggal pertemuan selama perjalanan Moon ke New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 22-26 September, juru bicara Moon Ko Min-jung mengatakan pada sebuah pengarahan.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan bersedia untuk membuka kembali pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat dalam sebulan.

Baca juga: Korsel minta pasukan AS bertahan terlepas dari upaya berdamai dengan Korut

Perundingan kedua negara terhenti setelah pertemuan puncak Februari yang gagal antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tetapi keduanya sepakat untuk menghidupkan kembali pembicaraan ketika mereka bertemu pada bulan Juni di perbatasan antar-Korea.

Trump mengatakan pada Kamis bahwa dia bersedia untuk melakukan pertemuan lain dengan Kim di beberapa titik akhir tahun ini yang akan menjadi pertemuan keempat mereka sejak pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Juni 2018.

Baca juga: Trump: Tidak ada alasan gelar latihan perang AS-Korsel saat ini

Penyingkiran Trump atas John Bolton, penasihat keamanan nasional garis kerasnya, awal pekan ini dapat memfasilitasi kebangkitan perundingan meskipun itu tidak akan membuat tujuan AS membujuk Pyongyang untuk melepaskan senjata nuklirnya menjadi lebih mudah, kata para pengamat.

Pyongyang juga berulang kali meminta konsesi AS untuk sanksi, memperingatkan bahwa kesepakatan antara kedua belah pihak bisa berakhir kecuali Washington mengambil pendekatan baru.

Baca juga: Biaya latihan militer AS-Korsel capai Rp203 miliar

Sumber: Reuters

Pewarta : Maria D Andriana
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar