Kesehatan tim satgas karhutla Batanghari di cek secara berkala

id kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla,batanghari jambi

Petugas kesehatan Dinas Kesehatan Batanghari melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tim satgas Karhutla Batanghari. Dinas Kesehatan melakukan pengecekan kesehatan tim satgas karhutla secara berkala. (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari melakukan pengecekan kesehatan tim satgas karhutla daerah itu secara berkala.

"Dampak asap kepada tim satgas karhutla tersebut berbahaya dari pada masyarakat umum, sehingga perlu dilakukan pengecekan kesehatan secara rutin," kata Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, Jambi, dr. Elvie Yenie di Jambi, Selasa.

Dalam satu pekan, Dinas Kesehatan daerah itu melakukan pengecekan kesehatan tim satgas karhutla daerah itu sebanyak dua kali. Setiap dilakukan pengecekan kesehatan, tim satgas karhutla daerah itu diberi multivitamin suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Hal itu dilakukan karena hampir setiap hari tim satgas tersebut melakukan pemadaman kebakaran hutan.

Dijelaskan dr. Elvie, petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan tersebut lebih rentan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), iritasi mata dan kulit. Karena itu petugas diimbau untuk menggunakan perlengkapan yang benar-benar dapat meminimalisir dampak asap dan api.

Baca juga: Komunitas JMO bagikan 1.000 masker ke pengendara di Jambi

Baca juga: Asap makin pekat, Batanghari Jambi tambah libur sekolah

 

Kanker paru dampak jangka panjang kabut asap



Sementara itu, Nazhar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengatakan dalam dua pekan terakhir, petugasnya secara nonstop melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik di daerah itu dan cukup menguras tenaga karena harus melakukan pemadaman pada siang dan malam hari.

"Yang cukup menguras tenaga itu kebakaran di Talang Inuman, Kecamatan Muara Bulian, selama enam hari petugas baru dapat melakukan pemadaman dan hingga saat ini masih dilakukan pendinginan, karena yang terbakar merupakan lahan gambut," kata Nazhar.

Dijelaskan Nazhar, pemberian multivitamin suplemen dan pemeriksaan kesehatan secara berkala tersebut cukup membantu daya tahan petugas di lapangan.

Selain itu, ia menghimbau agar masyarakat untuk benar-benar menjaga lahan miliknya. Terutama kepada perusahaan, mengingat saat ini sedikit saja sumber api dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.*

Baca juga: Masih terjadi, 250 hektare kawasan Tahura Sultan Taha Jambi terbakar

Baca juga: Kota Jambi perpanjang libur sekolah karena kualitas udara memburuk

Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar