Akibat asap, hunian hotel Pekanbaru turun 20 persen

id PHRI Pekanbaru

Akibat asap, hunian hotel Pekanbaru turun 20 persen

Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan mendarat mulus di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Senin petang (16/9/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama.

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Pehimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pekanbaru, Nofrizal menyebutkan tingkat hunian hotel di Kota Pekanbaru mengalami penurunan 20 persen akibat kabut asap melanda daerah itu sejak dua bulan terakhir.

"Asap melanda Kota Pekanbaru dan sekitar cukup parah dan lama, bahkan bisnis hotel bahkan akan semakin anjlok bisa mencapai 40 persen lebih jika kabut asap melanda daerah ini makin panjang dan parah," kata Nofrizal di Pekanbaru, Selasa.

Menurut Nofrizal, menurunnya tingkat hunian hotel di Pekanbaru lebih karena maskapai penerbangan menunda jadwal penerbangan, dampaknya banyak tamu yang ingin datang dari luar daerah dan luar Provinsi Riau lebih memilih untuk menunda keberangkatannya.

Baca juga: Presiden Jokowi tegur Pemda Riau tak serius dukung penanganan Karhutla

Ia mengatakan, bagi tamu yang ingin mengunjungi Kota Pekanbaru, Provinsi Riau lebih memilih untuk menunda keberangkatan mereka untuk menjaga kesehatannya apalagi saat asap makin pekat dan berbahaya bagi kesehatan.

"Kendati demikian memang ada sejumlah warga Kota Pekanbaru yang menginap di hotel untuk menghindari asap, namun itu jumlahnya tidak banyak karena sewa hotel mahal, selain itu mereka justru memilih pergi meninggalkan Kota Pekanbaru menuju Sumbar atau Medan," katanya.

Ia menekankan, jika kabut asap ini tidak kunjung dituntaskan dan tetap berada pada kondisi yang semakin parah maka dapat diyakini pertumbuhan ekonomi Riau akan terganggu dan sejumlah usaha jelas mengalami penurunan omset.

Nofrizal menyebutkan, sejumlah usaha dagang, jasa, dan industri dan yang mendapat imbas langsung dari aktivitas pengunjung hotel kini mengalami penurunan omset, apalagi hotel.

"Dua pekan terakhir banyak booking hotel di tunda atau malah dibatalkan, padahal sebelumnya banyak yang booking kamar, ruangan rapat, aula dan lainnya, gara-gara kabut asap," katanya.

Dia yang juga anggota DPRD Kota Pekanbaru itu meminta Pemerintah Provinsi Riau segera menuntaskan bencana kabut asap ulah manusia ini, sebab jika tidak segera dituntaskan berimbas pada anjloknya perekonomian khususnya pada bisnis perhotelan. 

Baca juga: Kapolri bentuk tim awasi jajaran tangani Gakkum Karhutla
Baca juga: Presiden tegur Pemda Riau, Mendagri: Kada harus punya tanggung jawab

 

Pewarta : Frislidia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar