Empat anggota KKB Pidie Aceh tewas setelah kontak tembak dengan polisi

id Aceh,Pemerintah Aceh,Provinsi Aceh,Pemprov Aceh,Polda Aceh,kontak tembak

Ilustrasi - Polisi memperlihatkan senjata api milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mapolres Aceh Timur, Aceh, Jumat (1-3-2019). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.

Banda Aceh (ANTARA) - Empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) tewas setelah kontak tembak dengan polisi di kawasan Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Aceh Kombes Pol. Agus Sarjito di Banda Aceh, Kamis, mengatakan bahwa kontak tembak terjadi pada hari ini sekitar pukul 18.00 WIB.

"Kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata itu diduga terkait dengan kasus di Bireuen. Kelompok ini diduga memeras dan mengancam menggunakan senjata api," kata Kombes Pol. Agus Sarjito.

Baca juga: Pimpinan kriminal bersenjata tewas kontak tembak dengan polisi di Aceh

Sementara itu, informasi yang dihimpun, empat kriminal bersenjata yang tewas tersebut merupakan kelompok pimpinan Abu Razak.

Dalam kontak tembak tersebut, pimpinan kelompok tewas.

Anggota kelompok lainnya yang tewas Zulfikar dan Hamni. Anggota lainnya dipanggil Wan Neraka kritis terkena tembakan dan Wan Ompong yang diamankan setelah baku tembak.

Kronologi kontak tembak berawal dari informasi kelompok Abu Razak turun dari Bukit Cerana, Kecamatan Simpang Mamplam menggunakan minibus Toyota Avanza BL-1342-R menuju arah Banda Aceh.

Tim Satgas KKB mengejar mereka sampai Keude Trienggadeng, Pidie Jaya, hingga terjadi kontak tembak.

Baca juga: Sepuluh Orang Dirawat di RS Akibat Kontak Tembak

Tim Satgas KKB akhirnya melumpuhkan kelompok tersebut.

Dari kelompok tersebut, diamankan barang bukti senjata api laras panjang jenis AK56 lipat, senjata api laras pendek revolver, serta amunisi AK dan revolver kurang lebih 100 butir.

"Informasi detailnya terkait kasus ini akan disampaikan lebih lanjut," kata Kombes Pol. Agus Sarjito.

Pewarta : M. Haris Setiady Agus
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar