Erdogan: Koridor perdamaian bertujuan selesaikan krisis migran Suriah

id Recep Tayyip Erdogan,Koridor Suriah,YPG/PKK

Satu koridor perdamaian di perbatasan Suriah-Turki akan memungkinkan pemukiman kembali tiga juta warga Suriah dari Turki, Eropa dan negara lain, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu Agency)

Ankara (ANTARA) - Satu koridor perdamaian di perbatasan Suriah-Turki akan memungkinkan pemukiman kembali tiga juta warga Suriah dari Turki, Eropa dan negara lain jika diperluas ke jalur Deir Ez-Zor-Ar-Raqqa, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Kelompok teror PKK/YPG beroperasi dengan nama samaran Pasukan Demokratis Suriah di Suriah Utara, harus ditangani bagi keselamatan dan keamanan wilayah itu, kata presiden Turki tersebut.

Erdogan juga menyeru anggota PBB agar mendukung upaya Turki guna menjamin keamanan di Idlib, Suriah, untuk menghindari migrasi massal dan pembantaian dan ia menambahkan masyarakat internasional "kehilangan kemampuannya menemukan penyelesaian langgeng" guna menghadapi tantangan seperti terorisme, kelaparan, penderitaan, dan perubahan iklim.

Turki adalah "negara yang paling murah hati" dengan bantuan kemanusiaan, menampung lima juta orang yang menyelamatkan diri dari konflik, kelaparan, penghukuman --lebih banyak daripada 29 negara bagian AS, katanya. "Kami telah menghabiskan 40 miliar dolar AS untuk pencari suaka dalam delapan tahun belakangan ini."

Baca juga: Erdogan: Turki tak lagi mampu tangani migran dari Suriah

"Sayangnya, masyarakat dunia terlalu cepat melupakan perjalanan mereka untuk bertahan hidup atau kehidupan yang berakhir di perairan gelap Laut Tengah atau menghadapi pagar keamanan yang membentang di perbatasan," kata Erdogan, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Ia menambahkan Turki takkan pernah melupakan kenangan bayi Aylan, yang jenazahnya dihanyutkan air ke pantai.

Aylan Kurdi, bayi Suriah yang berusia tiga tahun, yang tenggelam hingga tewas di satu pantai Turki pada 2015, saat berusaha menyeberang ke Eropa.

Erdogan menggaris-bawahi Turki menyelamatkan 32.000 migran ireguler agar tidak tewas-tenggelam di laut, memulangkan 58.000 orang, tidak termasuk orang Suriah, pada 2019.

Suriah telah terlibat dalam perang saudara kejam sejak awal 2011, ketika pemerintah Bashar al-Assad menindas pemrotes pro-demokrasi dengan kekejaman yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu orang sejak itu telah tewas dan lebih dari 10 juta orang lagi kehilangan tempat tinggal, demikian data PBB.

Cabang PKK di Suriah, YPG, telah menguasai sepertiga wilayah Suriah dengan kedok memerangi Da'esh dengan dukungan AS.

Sejak 2016, Operasi Cabang Zaitun dan Perisai Eufrat Turki di bagian barat-laut Suriah telah membebaskan wilayah tersebut dari anggota YPG/PKK dan Da'esh, sehingga memungkinkan warga Suriah yang menyelamatkan diri dari kekerasan untuk pulang ke rumah mereka.

Sumber: Anadolu Agency
Baca juga: Pengamat sebut Erdogan layak jadi Muslim paling berpengaruh
Baca juga: 5.000 migran tewas tenggelam di Laut Tengah sepanjang 2016
Baca juga: Merkel desak pemulangan awal migran ke Turki

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar