Lama kabut asap Palangka Raya berbenah hadapi musim penghujan

id palangka raya,umi mastikah,drainase,banjir,kabut asap,berbenah hadapi penghujan

Warga melintas di Jalan RTA Milono Kota Palangka Raya usai diguyur hujan, Senin (30/9/2019). ANTARA/Rendhik Andika

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Wali kota Palangka Raya Umi Mastikah mengatakan pihaknya saat ini fokus pada pembenahan drainase sebagai upaya antisipasi banjir sehubungan menghadapi musim penghujan setelah lama dalam kondisi kemarau dan bencana kabut asap.

"Salah satu program prioritas kami ialah pembangunan jalan dan drainase. Apalagi saat ini kita mulai masuk musim hujan sehingga pembenahan drainase kita utamakan," kata Umi di Palangka Raya, Jumat.

Diantara pembenahan drainase itu dilakukan dengan melakukan pengerukan drainase yang terjadi pendangkalan. Kemudian ada juga yang dilakukan dengan memperbaiki saluran drainase.

"Semua dilakukan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kalau kondisi sisi kanan dan kiri drainase serta kapasitas dinilai masih cukup maka hanya dilakukan pengerukan, namun jika tidak maka kita lakukan pembongkaran dan pembangunan kembali," katanya.
Baca juga: 3.034 siswa di Palangka Raya terpapar kabut asap

Saat ini sejumlah titik di "Kota Cantik" tengah dilakukan normalisasi dan pembangunan drainase. Diantara lokasi itu diantaranya seperti di Jalan Temanggung Tilung, Jalan Karet, Jalan Mahir Mahar dan Jalan Bukit Kuminting.

Umi pun mengajak warga turut bergotong royong membersihkan drainase untuk mengantisipasi bencana alam banjir dan genangan air terutama pada musim hujan.

"Seiring mulai masuknya wilayah kita pada musim hujan, maka sejak dini kita secara rutin harus menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran drainase. Paling baik dilakukan dengan gotong royong," katanya.

Menurut dia, tradisi gotong royong harus terus dilakukan masyarakat dalam upaya mengantisipasi wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah terbebas dari bencana banjir.
Baca juga: Status tanggap darurat karhutla Palangka Raya berakhir

Umi juga mengajak komunitas bersama-sama masyarakat membangun dan menumbuhkembangkan kembali semangat dan budaya gotong royong dalam upaya meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.

"Selain itu juga dengan tidak membuang sampah dan berbagai jenis limbah ke sungai besar seperti Sungai Kahayan agar keberadaan sungai terus bisa dimanfaatkan," katanya.

Dia menambahkan, pentingnya kebersihan sungai akan berdampak pada kesehatan masyarakat terutama yang hidup di bantaran sungai.

Dia kembali mengingatkan kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah di saluran drainase dan sungai akan membuat aliran air terhambat yang dapat berdampak banjir saat hujan lebat.
Baca juga: BMKG sebut hujan kurangi titik panas di Kalteng

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar