Tiga sineas perempuan Asia Tenggara akan berdiskusi film horor di TIFF

id tiff, festival film tokyo

Cuplikan film The Halt karya Lav Diaz asal Filipina (Image Net/TIFF)

Jakarta (ANTARA) - Tiga sutradara perempuan asal Asia Tenggara akan berdiskusi mengenai film-film horor di kawasan tersebut dalam Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) 2019, Jepang.

TIFF dalam pernyataan resmi yang diterima ANTARA, Rabu, mengatakan sutradara Antoinette Jadaone dari Filipina, Mattie Do (sutradara "The Long Walk") asal Laos dan Sigrid Andrea P. Bernardo (sutradara "Untrue") dari Filipina akan berbincang-bincang di simposium "The Discreet Charm of Girl's Horror Talk," pada 29 Oktober 2019.

Baca juga: Film Prancis "Amanda" sabet Tokyo Grand Prix TIFF 2018

Baca juga: Pertarungan ideologi dalam kisah remaja Rudolf Nureyev "The White Crow"


Film horor thriller hingga romantis yang mencerminkan karakteristik masyarakat di wilayah Asia Tenggara akan ditayangkan dalam program Crosscut Asia.

Crosscut Asia edisi keenam bakal menampilkan film bergenre menegangkan seperti"The Halt" (2019) karya Lav Diaz asal Filipina, film horor fantasi "Sisters" (2019) karya Prachya Pinkaew asal Thailand.

Dalam program ini, Indonesia diwakili oleh dua film yakni "Foxtrot Six" yang disutradarai Randy Korompis serta "Folklore- A Mother's Love" dari Joko Anwar.

Baca juga: Tiga film Indonesia diputar di Festival Film Tokyo 2019

Baca juga: Pengunjung festival film Tokyo bisa rasakan dunia teknologi 5G

Baca juga: Penonton ramai-ramai tinggalkan film "The Painted Bird" di Toronto

Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar