Bus terguling di Nganjuk delapan orang alami luka-luka

id kecelakaan lalu lintas nganjuk,bus terguling nganjuk,polres nganjuk,berita nganjuk,nganjuk hari ini

Bus dari PO Eka dengan  nomor polisi S 7859 US terguling di jalan ring road masuk Kelurahan Ringinanom, Kabupaten Nganjuk, Kamis (10/10/2019) petang. Kejadian ini mengakibatkan delapan orang penumpangnya mengalami luka-luka. (Antara Jatim/HO)

Nganjuk (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Nganjuk, Jawa Timur menangani kejadian bus PO Eka dengan nomor polisi S 7859 US yang terguling di jalan ring road masuk Kelurahan Ringinanom, Kabupaten Nganjuk sehingga mengakibatkan delapan orang penumpangnya mengalami luka-luka.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Nganjuk Ipda Sugiono mengemukakan, bus itu mengalami kecelakaan tunggal. Kejadian bermula saat bus yang dikemudikan oleh Jujuk Karunia Pribadi (51), warga Desa/Kecamatan Taman, Kabupaten Madiun melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi.

"Bermula dari bus sebelumnya melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi, setelah sampai di TKP karena kurang menguasai medan jalan yang menikung, sehingga roda kiri belakang terperosok ke sawah hingga mengakibatkan bus tersebut hilang keseimbangan dan terguling," katanya, di Nganjuk, Kamis malam.
Baca juga: Polisi Nganjuk tangani kasus bus tabrak mobil korban tiga meninggal

Dalam bus tersebut, terdapat 26 orang penumpang yang mengalami kecelakaan pada Kamis petang. Karena kejadian itu memicu terjadi kecelakaan lalu lintas, hingga mengakibatkan delapan orang mengalami luka-luka baik luka ringan maupun berat. Luka yang mereka alami di beberapa anggota tubuh terutama bagian tangan.

Korban antara lain Sandi Akbra (22), warga Perum Wisma Asri, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, lalu Tatit Dahlianto (44), warga Desa Winingo, Kecamatan Mangunharjo, Kabupaten Madiun.

Korban lain adalah Joko Prianto (20), warga Dusun Baeng, Ds Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, lalu Achip Khoirudin (28), warga Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Lainnya adalah Susilowati (35), warga Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, juga terdapat nama Muh Yanto (51), warga Desa Tegalombo, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, lalu Darsih Amat (52), warga Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, dan Bambang Priyanto (19), warga Desa/Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Baca juga: Polisi tangani kecelakaan di tol Madiun-Nganjuk, lima meninggal

Para korban sebelumnya sempat terjebak di dalam bus ketika terjadi kecelakaan. Namun, warga sekitar ikut membantu dengan memecahkan kaca bus dan menolong warga yang mengalami kecelakaan tersebut.

Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Sedangkan penumpang selamat lainnya, hanya kaget dengan kecelakaan tunggal tersebut, namun tidak mengalami luka ringan maupun berat. Korban selamat dicarikan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan.

Polisi juga langsung mengevakuasi kendaraan yang terguling itu, agar lalu lintas bisa berjalan dengan lancar. Awalnya, terjadi kemacetan mengingat kendaraan melintang di tengah jalan. Setelah dievakuasi petugas, arus lalu lintas kembali lancar.

Polisi menduga, kecelakaan tunggal ini karena sopir yang kurang menguasai medan. Namun, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi demi mengungkap penyebab kecelakaan ini.

"Faktor jalan menikung dan faktor manusia, diduga kurang menguasainya, pengemudi bus tersebut terhadap medan jalan yang menikung, sehingga mengakibatkan terjadi kecelakaan lalu lintas," kata dia lagi.
Baca juga: Dua bus tabrakan di Nganjuk, tiga orang meninggal

Misno, salah seorang penumpang bus itu mengatakan dirinya naik bus dari Terminal Jombang dan rencananya menuju ke Yogyakarta. Namun, belum sampai ke tujuan, bus mengalami kecelakaan.

"Tadi saya naik dari Terminal Jombang dan rencananya menuju ke Yogyakarta. Tiba-tiba bus oleng dan terguling," kata Misno.

Ia tidak mengalami luka yang serius. Namun, dirinya masih kaget dengan kecelakaan yang menimpanya.

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar