Dishub koordinasi dengan KAI-TJ terkait lahan parkir sepeda

id jalur sepeda,jakarta

Sejumlah pengguna kendaraan bermotor melintas di Jalan Fatmawati Jakarta Selatan sebelum uji coba jalur sepeda fase dua dilakukan, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO Sudin Perhubungan Jakarta Selatan/am.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkait dengan lahan parkir sepeda di stasiun kereta dan halte bus.

"Di stasiun memang belum, kami akan koordinasikan lebih jauh dengan PT KAI dalam hal ini Daop I, untuk di setiap stasiun disiapkan parkir dan jalur sepedanya juga," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Koordinasi tersebut, kata Syafrin, sudah mereka lakukan seiring dengan program Jakarta ramah bersepeda, mereka mendorong untuk penyiapan parkir sepeda di stasiun yang dilengkapi petunjuk arah mulai dari pintu masuk.

Baca juga: Bangun jalur sepeda hingga 63 km, Anies ingin Jakarta ramah bersepeda

"Petunjuk itu misalnya berisi petunjuk sepedanya diletakkan di mana, ada posisinya, ada pengarah dari luar ke tempat parkir sepeda apakah itu marka atau rambu," kata Syafrin.

Untuk di Transjakarta, kata Syafrin, rencananya di setiap halte akan dipasang atau didirikan tempat penitipan sepeda yang akan disediakan oleh PT Transjakarta.

"Untuk Transjakarta mereka harus menyediakan itu di setiap halte. Untuk stasiun, harapan kami itu disediakan oleh KAI, misalnya hanya menyiapkan sedikit saja," ucap Syafrin.

Program Jakarta Ramah Bersepeda itu, selain mendorong lahan parkir sepeda di fasilitas umun, pihak Pemprov DKI Jakarta juga membangun 63 kilometer jalur sepeda (dua arah) yang terbagi menjadi tiga fase.

Baca juga: Jakarta menuju kota ramah sepeda

Untuk fase pertama, mulai dari Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, masuk ke Merdeka Selatan, hingga MH Thamrin sepanjang 25 kilometer (dua arah).

Fase dua jalur sepeda, sepanjang 23 kilometer (dua arah) dari Jalan Fatmawati, Panglima Polim, Sisingamangaraja hingga Sudirman, yang akan diluncurkan pada 12 Oktober 2019.

Sementara fase tiga akan dibangun mulai dari Jalan Tomang Raya, Simpang Tomang kemudian belok kanan di Cideng, Cideng Jalan Kebon Sirih, Kebon Sirih dan masuk ke Jalan MH Thamrin sepanjang 15 kilometer (dua arah).

Baca juga: Jalur sepeda Jakarta harus penuhi lima syarat

"Semuanya akan ketemu di Bundaran Hotel Indonesia," ujar Syafrin, Kamis (10/10).

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar