Kesempatan kuliah di AS dibuka Kemenristekdikti 2020

id Menristekdikti,mahasiswa,kuliah di AS,beasiswa

Anjang mahasiswa PMDSU yang dihadiiri Kepala Staf Kepresiden Moeldoko (baju putih) dan Menristekdikti Mohamad Nasir (batik kuning) di Jakarta, Selasa (15/110/2019). (FOTO ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan mulai 2020 pihaknya akan menyeleksi mahasiswa sarjana untuk melanjutkan pendidikan magister di Amerika Serikat.

"Mulai 2020, kami akan membuka kesempatan pada mahasiswa terbaik untuk kuliah di Amerika Serikat. Untuk tahap awal ada 100 mahasiswa, tahun berikutnya lagi kami harapkan bisa 200 mahasiswa," katanya usai menghadiri anjangsana mahasiswa Beasiswa Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Jakarta, Selasa.

Untuk perekrutan, pihaknya akan melakukan seleksi mahasiswa terbaik mulai dari Aceh hingga Papua. Tahapan pendaftaran dimulai Februari 2020.

Syarat utamanya adalah memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,5. Kemudian mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.

Ia menambahkan pemerintah sudah menjalin kerja sama dengan University of Chicago, Amerika Serikat. Para mahasiswa terpilih itu akan kuliah di kampus itu mulai dari magister hingga doktoral.

"Untuk tahap awal fokusnya adalah sains komputer. Tahun berikutnya  bisa berubah lagi fokusnya sesuai kebutuhan," katanya.

Para mahasiswa itu, kata dia, akan dibiayai oleh pemerintah AS. Saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Kedubes AS di Jakarta.

Pemerintah Amerika Serikat tambah jumlah beasiswa untuk pelajar Indonesia


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hal itu merupakan bagian dari program manajemen talenta Presiden Jokowi, yakni dengan membentuk "kopassus ilmuwan".

"Mereka ini, mahasiswa terbaik Indonesia diseleksi untuk kuliah ke luar negeri dan nantinya akan kembali mengabdi di Indonesia di berbagai bidang," katanya.

Para mahasiswa terbaik itu, akan kuliah di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia. Selama ini, masih sedikit mahasiswa Indonesia yang kuliah di perguruan tinggi top dunia.

"Kalau dibandingkan mahasiswa China dan India, kita jauh tertinggal," katanya.

Untuk tahap awal yakni di University of Chicago, yang masuk ke dalam 10 besar universitas top dunia.

Baca juga: Gubernur apresiasi universitas di AS beri beasiswa mahasiswa Papua

Baca juga: Tujuan studi sebagai kunci dapatkan beasiswa belajar ke AS

Baca juga: AS sediakan beasiswa S2 peringati 70 tahun hubungan dengan Indonesia

Pewarta : Indriani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar