Idola sejak kecil, Putri Ayudya bahagia kerja bareng Ratna Riantiarno

id putri ayudya,ratna riantiarno,love for sale

Putri Ayudya berperan sebagai Maya di film "Love For Sale 2" (Instagram/loveforsalefilm)

Jakarta (ANTARA) - Akris senior Ratna Riantiarno sudah menorehkan jejak di dunia seni Tanah Air selama beberapa dekade yang membuatnya memiliki banyak penggemar, salah satunya Putri Ayudya.

"Aku mengidolakan Ratna Riantiarno, pas kecil aku pernah nonton 'Anoman'," kata Putri di konferensi pers film "Love For Sale 2", Jakarta, Kamis.

Jantungnya berdetak tak karuan saat berhadapan langsung di depan kamera sebagai mertua dan menantu. Apalagi tokoh yang diperankan Ratna digambarkan tak terlalu suka pada tokoh yang dimainkan Putri.

Namun, Putri mengatakan proses pengambilan gambar "Love For Sale 2" berlangsung menyenangkan karena para pemain saling bergurau dan tertawa.

Salah satu adegan yang berkesan buat aktris 31 tahun itu adalah adegan awal berlatarbelakang resepsi pernikahan. Ada sebuah adegan berdurasi panjang tanpa potongan yang melibatkan aktor-aktor cilik dan banyak figuran.

"Itu long shot, ada anak harus main, ada orang dewasa ngobrol panjang," kata Putri yang bersyukur para pemeran pendukung yang memenuhi aula resepsi asyik diajak bekerjasama.

Bagian tersebut menuntut konsentrasi agar bisa berhasil dilakukan cela tanpa sering diulang-ulang.

"(Mengulang adegan) terbatas karena yang nari enggak boleh berkali-kali."

"Love For Sale 2" mengisahkan kelanjutan dari sosok misterius Arini Kusuma (Della Dartyan) yang pernah masuk dan mewarnai hidup Richard (Gading Martin).

Kini, Arini berubah jadi Arini Chaniago untuk klien baru bernama Indra "Ican" Tauhid Sikumbang (Adipati Dolken), pria Minang yang bosan didesak untuk segera berkeluarga oleh ibunya.

Kehadiran Arini Chaniago mewarnai kehidupan Rosmaida (Ratna Riantiarno) yang sudah lama mengidam-idamkan sosok menantu ideal seperti Arini.

Film yang disutradarai Andibachtiar Yusuf ini dibintangi juga oleh Taskya Namya, Yayu Unru, Egi Fedly dan Revaldo.

Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar